Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

LPS: Pertumbuhan DPK Sulsel Mulai Melambat Meski Masih di Atas Nasional

Perlambatan dipengaruhi melemahnya pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal kecil dan menengah, sementara simpanan nasabah besar masih kuat

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
DATA LPS - Deputi Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan Wilayah III, Prayitno Amigoro, dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Gedung Graha Pena Lantai 17 Makassar, Kamis (22/1) malam. Berdasarkan data LPS, pertumbuhan DPK perbankan di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 5,01 persen secara tahunan atau year on year. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK perbankan di Sulawesi Selatan hingga November 2025 menunjukkan kecenderungan melambat meski masih berada di atas rata-rata nasional.

Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal kecil dan menengah, sementara simpanan nasabah besar masih mencatatkan ekspansi yang kuat.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan Wilayah III, Prayitno Amigoro, dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Gedung Graha Pena Lantai 17 Makassar, Kamis (22/1) malam.

Berdasarkan data LPS yang diolah, pertumbuhan DPK perbankan di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 5,01 persen secara tahunan atau year on year.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang berada di kisaran 5,04 persen yoy, namun meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sekitar 4,95 persen yoy.

“Secara nominal, kenaikan DPK di Sulawesi Selatan masih didorong oleh peningkatan simpanan sektor swasta dan pertumbuhan simpanan dengan nilai besar,” ujar Prayitno.

Dari sisi golongan nasabah, simpanan perorangan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai sekitar 19,52 persen yoy.

Sementara itu, simpanan sektor swasta tumbuh sekitar 4,45 persen yoy dan simpanan pemerintah meningkat sekitar 3,26 persen yoy.

Jika dilihat berdasarkan tiering nominal, simpanan dengan nilai di atas Rp2 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi yakni sekitar 21,43 persen yoy.

Adapun simpanan dengan nominal Rp100 juta hingga Rp2 miliar tumbuh sekitar 5,30 persen yoy, sedangkan simpanan hingga Rp100 juta mencatat pertumbuhan paling rendah sekitar 2,74 persen yoy.

“Kondisi ini menunjukkan perlambatan DPK lebih banyak disebabkan melemahnya simpanan masyarakat kecil dan menengah, sementara dana nasabah besar masih tumbuh solid,” jelas Prayitno.

Secara wilayah, DPK perbankan Sulawesi Selatan masih sangat terkonsentrasi di Kota Makassar.

Per November 2025, Makassar menyumbang sekitar 55,48 persen dari total simpanan perbankan di Sulawesi Selatan.

Meski demikian, pertumbuhan DPK di Makassar tercatat melambat dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.

Data LPS mencatat nilai simpanan perbankan di Makassar mencapai sekitar Rp76,90 triliun pada Desember 2025.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved