Kemenham Sulsel Pantau Program MBG di SMA Muhammadiyah Makassar
Kemenham Sulsel pantau Program MBG di SMA Muhammadiyah Makassar dan dengarkan aspirasi siswa.
Ringkasan Berita:
- Kemenham Sulsel pantau pelaksanaan Program MBG di Makassar.
- Siswa dan sekolah sampaikan masukan terkait gizi dan menu.
- Edukasi HAM jadi bagian penguatan perlindungan hak anak.
TRIBUN-TIMUR.COM — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Sulawesi Selatan Wilayah Kerja Sulawesi Tenggara melakukan pemantauan lanjutan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Muhammadiyah Makassar, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi dan kesejahteraan peserta didik.
Tim Kemenham Sulsel diterima langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah Makassar, Amir, yang menyatakan komitmen sekolah mendukung program MBG sebagai upaya peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
Dalam pemantauan tersebut, MBG tercatat telah menjangkau 139 siswa dari enam kelas. Meski demikian, pihak sekolah menyampaikan perlunya peningkatan standar gizi menu yang disajikan.
Sekolah berharap adanya pemeriksaan langsung terhadap dapur atau kantor SPPG untuk memastikan kualitas gizi dan higienitas makanan tetap terjaga.
“Program MBG ini membantu siswa mendapatkan asupan yang lebih baik, namun pengawasan terhadap higienitas dan standar gizi tetap harus diperkuat agar manfaatnya optimal,” ujar Amir.
Selain melakukan pemantauan, tim Kemenham Sulsel turut mendistribusikan makanan secara langsung kepada siswa.
Momentum ini dimanfaatkan untuk membangun kedekatan sekaligus memberikan edukasi mengenai tugas dan fungsi Kemenham, khususnya dalam perlindungan hak anak melalui program-program strategis pemerintah.
Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi edukasi tersebut dan aktif mengajukan pertanyaan terkait isu perlindungan anak serta peran negara dalam menjamin hak-hak mereka.
Dalam dialog terbuka, siswa juga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan penyesuaian menu bagi siswa yang memiliki alergi makanan, serta usulan pengembangan fitur pelaporan dan permintaan menu dalam sistem MBG agar keluhan dapat disampaikan secara cepat dan terdokumentasi.
Pihak sekolah menambahkan usulan penyusunan kuesioner evaluasi MBG sebagai instrumen pemantauan berkala untuk mengukur kepuasan siswa, preferensi makanan, serta efektivitas program.
Kepala Kanwil Kemenham Sulsel, Daniel Rumsowek, mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dan seluruh masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan wujud nyata pemenuhan hak anak sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak (CRC).
“Program MBG adalah komitmen pemerintah dalam memenuhi hak anak atas gizi, kesehatan, dan lingkungan yang aman. Karena itu, pengawasan langsung di lapangan menjadi sangat penting,” tegas Daniel.
Ia juga menekankan pentingnya aspek edukasi dalam setiap kunjungan lapangan agar generasi muda memahami peran negara dalam perlindungan HAM.
| Hari Buruh: Kerja Layak, Upah Layak |
|
|---|
| Pinrang Raih Capaian Tertinggi SLHS, 41 Dapur SPPG Sudah Bersertifikat |
|
|---|
| Urban Farming Makassar Disiapkan Suplai SPPG MBG, Wali Kota Munafri Tinjau Lokasi Panen Warga |
|
|---|
| Kepala BGN Dadan: Unhas Butuh 4000 Ayam Petelur Penuhi Kebutuhan 1 Dapur MBG |
|
|---|
| Kepala BGN Dadan: Kami Diprotes karena Gaji Pencuci Piring MBG Rp 3,5 Juta, Guru Hanya Rp 800 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kanwil-Kemenham-Sulsel-pantau-pembagian-MBG-di-SMA-Muhammadiyah-Makassar.jpg)