Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dosen Kehutanan Unhas Jelaskan Faktor Penyebab Banjir Bantaeng dan Opsi Solusinya

Dosen Unhas jelaskan penyebab banjir Bantaeng dan opsi solusi termasuk rencana pembangunan waduk.

Putri Nurdin, Dosen Fakultas Kehutanan Unhas
KONDISI DAERAH BANTAENG - Kondisi daerah hulu Kabupaten Bantaeng. Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Putri Nurdin, memaparkan sejumlah faktor yang memicu banjir di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Dosen Kehutanan Unhas menyebut banjir Bantaeng dipicu curah hujan tinggi dan alih fungsi lahan di hulu.
  • Penyempitan hilir sungai akibat permukiman turut memperbesar risiko banjir.
  • Pemkab Bantaeng dan tim Unhas menyiapkan opsi solusi, termasuk rencana pembangunan waduk tunggu.

 

TRIBUN-TIMUR.COM – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Putri Nurdin, memaparkan sejumlah faktor yang memicu banjir di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, banjir yang terjadi bukan hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga alih fungsi lahan hutan menjadi area pertanian di wilayah hulu.

Putri menjelaskan bahwa vegetasi hutan memiliki peran penting dalam menyerap air saat intensitas hujan meningkat.

Namun, perubahan tutupan lahan membuat air hujan mengalir lebih cepat dan dalam jumlah besar menuju sungai. Kondisi tersebut diperparah dengan pertemuan beberapa aliran sungai berdebit besar yang kemudian menyempit di bagian hilir akibat tumbuhnya permukiman pada sempadan sungai.

“Alih fungsi lahan hulu sangat berpengaruh. Air yang seharusnya terserap tanah akhirnya mengalir langsung ke sungai dalam volume besar,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut, Putri mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menyiapkan langkah mitigasi banjir sebagai bagian dari rencana pembangunan tahun 2026.

Ia menyebut pemerintah daerah bekerja sama dengan tim kebencanaan Fakultas Kehutanan Unhas sejak Mei 2025 untuk melakukan investigasi lapangan dan pemetaan kondisi sungai.

Dari hasil kajian itu, beberapa opsi penanganan telah disusun, salah satunya pembangunan waduk tunggu yang dinilai mampu menahan sementara debit air tinggi sebelum dialirkan secara bertahap.

“Kami sudah menyusuri sungai dan menyiapkan beberapa opsi. Waduk tunggu menjadi salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan,” jelasnya.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah sistematis mengurangi risiko banjir, sekaligus memperkuat tata kelola lingkungan dan pemanfaatan ruang yang lebih aman di Bantaeng.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved