Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur 

Sulsel Kemarau Basah hingga Agustus 2025

Kemarau basah, atau hujan turun di musim kering (April-Oktober) diprediksi masih akan berlanjut hingga medio Agustus 2026.

Editor: Sudirman
Ist
HEADLINE TRIBUN TIMUR - Sulsel kini dilanda kemarau basah. Kemarau basah adalah hujan turun di musim kering (April-Oktober) diprediksi masih akan berlanjut hingga medio Agustus 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Otoritas iklim Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap anomali cuaca tak menentu terjadi lagi di Sulawesi dan sebagian besar wilayah utama Indonesia.

Kemarau basah, atau hujan turun di musim kering (April-Oktober) diprediksi masih akan berlanjut hingga medio Agustus 2026.

Artinya, ini hanya sebulan menjelang masuknya musim hujan (Oktober 2025-Maret 2026).

Ini diikuti masa transisi (pancaroba, September-November, dan musim hujan mulai Desember 2025 hingga Februari 2026).

Bukan anomali baru, dua dekade terakhir Indonesia jadi langganan kemarau basah. Fenomena musim kemarau basah sudah berulang terjadi di Indonesia.

Baca juga: BMKG Prediksi Makassar Lebih Awal Alami Musim Kemarau di Sulsel

Lima belas tahun lalu, mulai 2010, 2013, 2016, berlanjut 2020, 2023, dan tahun 2025 ini.

Penyebab fenomena ini karena kombinasi faktor La Nina, suhu laut hangat, dan aktivitas atmosfer seperti Osilasi Madden-Julian (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby.

Dampaknya, produksi padi meningkat, namun disisi lain mengganggu sejumlah jenis tanaman, dan menaikkan harga pasaran ikan laut.

Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi Indonesia justru hampir selalu melonjak pada musim kemarau basah tiba.

Pengecualian terjadi pada 2023 di mana produksi padi turun.

Melansir ulasan pakar situs BMKG, Minggu (1/6/2025), musim kemarau basah semakin sering terjadi. Durasinya juga lebih panjang.

Fenomena ini menunjukkan adanya tren peningkatan frekuensi dan intensitas kemarau basah.

Rangkaian hujan entitas sedang dua pekan terakhir di Makassar dan 17 wilayah di Sulsel, masih akan berlanjut empat atau enam dasarian (dua bulan) ke depan.

Situs cuaca nasional (BMKG) dan global (Accuweather dan Google Weather) misalnya, memprediksi hujan parsial intensitas ringan hingga sedang akan turun berkala pagi hingga malam.

“Baru sebagian besar barat Sulawesi Selatan memasuki kemarau,” kata Forecaster BMKG IV Sultan, Minggu (1/6).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved