Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Abad Kedua NU: Antara Dominasi dan Perlawanan

Dalam sejarah Indonesia, berbagai organisasi mengalami pelbagai dinamika, timbul tenggelam, bahkan bubar atau dibubarkan.

Editor: Sudirman
IST
Muhammad Suryadi R, Founder Lingkar Studi Aktivits Filsafat Annahdliyyah, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare 

Muhammad Suryadi R

Founder Lingkar Studi Aktivits Filsafat Annahdliyyah, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare

TRIBUN-TIMUR.COM - SERATUS tahun bagi sebuah organisasi bukanlah waktu yang tidak sebentar.

Dalam sejarah Indonesia, berbagai organisasi mengalami pelbagai dinamika, timbul tenggelam, bahkan bubar atau dibubarkan.

Di antara organisasi yang hidup di Indonesia, adalah Nahdlatul Ulama sebagai salah satu ormas Islam terbesar yang berhasil keluar dari dinamika hebat dan perseteruan sosial-politik yang sangat tajam. 

Seratus dua tahun lalu, dari rezim ke rezim, NU membuktikan eksistensi dan powernya.

Dimulai saat keluarnya Fatwa Resolusi Jihad KH. Hasyim Asyari yang membakar semangat jihad para santri dan Kiai melawan tentara sekutu Belanda.

Di masa Orde Lama, NU pernah menjadi partai politik, kemudian berfusi menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di masa Orde Baru.

NU adalah ormas yang bersedia menerima asas tunggal Pancasila, lalu pada tahun 1984 kembali ke Khittah, dan ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di masa-masa awal reformasi.

Kiprah NU tak berhenti sampai di situ. Dalam konteks keagamaan misalnya kelahiran NU tidak lepas dari respon atas situasi yang terjadi di Hijaz.

Komite Hijaz sebagai cikal bakal NU yang dikirim dalam rangka merespon pembongkaran makam Nabi oleh penguasa Hijaz kala itu.

Selain itu, Komite Hijaz dibentuk sebagai upaya untuk membendung cara bermazhab ala Wahabi yang ingin diterapkan oleh negara King Ibn Saud.

Dalam konteks keagamaan yang lain, Muktamar NU Jombang 2015 memperkenalkan Islam Nusantara sebagai khazanah keberislaman lama yang dimunculkan kembali sebagai wacana dan strategi penyebaran Islam yang pernah dilakukan para penganjur Islam di Nusantara.

Meski memantik kontroversi, Islam Nusantara menjadi ijtihad NU merevisi cara pandang berislam yang kaku, ekstrim dan radikalisme agama yang cenderung menguat dan semakin eskalatif.

NU dalam Pemerintahan

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Makna Syawal

 

Makna Syawal

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved