Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Ekstrem Sulsel

Banjir di Manggala Masih Parah, Ketinggian Air Capai 1,7 Meter

Camat Manggala, A Anshar menyampaikan, seluruh kelurahan di Manggala terdampak banjir..

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Camat Manggala
Suasana lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Kecamatan Manggala, Jumat (17/2/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lima hari sudah banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Kecamatan Manggala, sebagai daerah rawan banjir masih sangat parah kondisinya.

Update terakhir pada pukul 10.00 WITA, ketinggian air mencapai 1,7 meter.

Rumah warga di wilayah tersebut masih terendam banjir.

Akibatnya warga pun belum bisa kembali ke rumah masing-masing.

Camat Manggala, A Anshar menyampaikan, seluruh kelurahan di Manggala terdampak banjir.

Mulai dari Kelurahan Manggala, Batua, Antang, Tamangapa, Borong, Bangkala, Bitowa, dan Biring Romang.

Baca juga: Atasi Banjir, Pemkot Makassar Ambil Tugas Balai Pompengan Keruk Sungai di Antang

Baca juga: Ratusan Warga Biringkanaya dan Tamalanrea Korban Banjir Makassar Belum Pulang ke Rumah

Dari delapan kelurahan, tiga diantaranya terdapat pengungsi

Antara lain di Kelurahan Manggala sebanyak 651 jiwa (156 KK).

Kelurahan Batua 25 jiwa (5 KK), dan kelurahan Antang 84 jiwa (18 KK).

"Total pengungsi keseluruhan mencapai 760 jiwa dari 179 KK," tulisnya dalam laporannya di Grup Siaga Banjir, Jumat (17/2/2023).

Rata-rata jalanan tak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di Blok 8,9, dan 10 Jl Kecaping Raya Antang misalnya, air menggenangi pemukiman warga hingga ketinggian 80 cm.

Bahkan di Kampung Romang Tangaya, akses sudah terisolasi, dimana air di wilayah tersebut setinggi 1,7 meter.

Secara keseluruhan, jumlah titik genangan di Kecamatan Manggala sebanyak 33 titik.

Sementara jumlah pengungsian sebanyak 12 titik.

"Adapun kebutuhan mendesak para pengungsi antara lain makanan siap saji, air minum, minyak kayu putih, minyak telon, obat-obatan, selimut, terpal, popok lansia, pokok bayi, hingga susu bayi atau balita," pungkasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved