Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Maros

Banjir di Maros, 2.336 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Ada tiga wilayah yang terdampak cukup parah yakni Turikale 589 hektare, Maros Baru 568 hektare, dan Bantimurung 375 hektare.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Area persawahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) tergenang banjir akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, Rabu (15/2/2023). Ribuan hektare sawah di Maros terancam gagal panen akibat banjir. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Ribuan hehtare sawah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir sejak Senin (13/2/2023).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Agustam, menuturkan ribuan hektare sawah terancam gagal panen ini tersebar di delapan kecamatan.

"Total 2.336 hektare sawah terdampak. Tersebar di delapan kecamatan, yakni Moncongloe, Bontoa, Bantimurung, Turikale, Maros Baru, Lau, Simbang, dan Tanralili," katanya, Rabu (15/2/2023).

Kecamatan dengan lahan persawahan yang banyak terendam adalah Turikale, Maros Baru, dan Bantimurung.

"Ada tiga wilayah yang terdampak cukup parah yakni Turikale 589 hektare, Maros Baru 568 hektare, dan Bantimurung 375 hektare," terangnya.

Mantan asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah itu juga menyebut belum bisa memastikan berapa luas lahan yang gagal panen.

"Sekarang masih status tergenang, tiga sampai tujuh hari ke depan kita lihat lagi perkembangannya, mudah-mudahan cepat surut agar tidak puso," ucapnya.

Selain area persawahan, sejumlah rumah dan puluhan bangunan sekolah juga terdampak banjir kali ini.

Bahkan area jalan poros Trans Sulawesi Maros-Makassar maupun penghubung antar kecamatan juga dilaporkan sempat tergenang air.

Kepala BPBD Maros Fadli mengungkapkan hingga saat ini belum ada warga yang dievakuasi ke posko induk di Kantor BPBD Maros.

Sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi ke rumah keluarganya.

"Kalau di posko induk belum ada. Tapi yang ada tadi malam 14 warga di Kalabbirang diungsikan ke kantor camat Bantimurung," ujarnya.

Pemerintah daerah juga sudah menginstruksikan kepada pemerintah desa hingga kecamatan untuk menyediakan posko tanggap bencana. 

"Yang lokasinya di tempat yang dianggap aman bila terjadi banjir," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved