Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Inspiratif

Cita-cita Dr Eka, Ingin Anak Panti Bisa Rawat Ortodonti

Kisah inpiratif, drg Eka Erwansyah MKes SpOrt

Penulis: Suryana Anas | Editor: Jumadi Mappanganro

Kisah inpiratif, drg Eka Erwansyah MKes SpOrt


Selama ini sebagian masyarakat beranggapan perawatan gigi ortodonti (behel) hanya bisa dinikmati oleh masyarakat lapisan menengah ke atas. Namun, bagi drg Eka Erwansyah MKes SpOrt, ia ingin mengubah anggapan seperti itu. Ia mempunyai impian, perawatan gigi ortodonti bisa dinikmati oleh semua kalangan, utamanya bagi anak yatim dan panti asuhan.

Saat ini Eka yang juga owner Eka  Erwansyah Orthodontics Center (E2OC) mempunyai program pelayanan kesehaan gigi gratis untuk anak yatim dan panti asuhan. Pelayanan kesehatan gigi gratis itu termasuk perawatan ortodonti meskipun itu menggunakan alat dan juga biaya yang cukup mahal.

Eka terispirasi melakukan program pelayanan kesehatan gigi gratis untuk anak yatim dan panti asuhan tersebut sejak menjalin komunikasi dengan beberapa komunitas. Ada komunitas Pecinta Sedekah, komunitas Wisata Hati Yusuf Mansur, komunitas Tangan Dia Atas, Komunitas Sedekah Rombongan, Komunitas Maklear Sedekah, komunitas Enterprenur University. "Komunitas-komunitas inilah yang banyak menginspirasi saya," ujar salah seorang dokter pengasuh Tribun Health ini di Klinik Eka Erwansyah Orthodontics Center, Jl Sungai Saddang, Makassar, beberapa waktu lalu.

Komunitas-komunitas ini kebanyakan para pengusaha kecil-menengah. Mulai dari tukang bakso, cendol hingga pengusaha properti. Satu hal kesamaan dari mereka adalah kesenangan mereka untuk berbagi (sedekah). "Nah, kemudian saya mulai berpikir bahwa saya selain punya sisi pengusaha klinik, saya juga punya sisi profesi sebaga seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti. Saya bisa lebih banyak berbagi melalui keahlian profesi saya. Lalu saya memilih anak Panti Asuhan sebaga objek sedekah profesi saya," tambah dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unhas ini. 

Alasannya, mereka juga punya hak untuk hidup lebih layak namun mereka kurang beruntung karna tidak ada lagi orangtua yang memikirkan masa depannya, khususnya dalam urusan gigi, bukan merupakan prioritas mereka.

Padahal di era moderen saat ini, gigi dan senyum merupakan salah satu aspek pendukung atau sebaliknya aspek penghambat karir sesorang. Ada banyak pekerjaan/profesi yang mengharuskan seseorang memiliki gigi yang sehat dan rapih serta senyum yang indah.

"Kajian lain, jika memikirkan imbalan jasa, sesungguhnya merawat pasien Panti Asuhan ini tidak gratis. Hanya saja yang bayar bukan anak Panti tersebut. Perawatan mereka dibayarkan oleh Allah SWT. Aamiin.
Banyak keajaiban-keajaiban yang saya alami sejak saya mengamalkan kebiasaan ini. Saya merasakan kebahagian dalam berbagi. Dan saya merasa lebih dekat denga Tuhan," ujarnya. 

Ia berharap teman-teman seprofesinya dokter/dokter gigi, pengusaha, karyawan dan siapa saja dapat terinspirasi untuk senantiasa berbagi.

Hanya saja sampai saat ini masih sedikit pasien panti asuhan yang menggunakan layanan ini, jumlahnya sekitar 50-an. "Mungkin belum tersosialisai dg baik. Dan mungkin juga orang enggan untuk berobat gigi, karena takut," tambahnya.

Untuk jumlah Panti Asuhan yang benar-benar terjalin baik baru 1 Panti Asuhan. Yang lain masih tanya-tanya, mungkin ragu apa benar-benar gratis atau tidak. Ia berharap ke depan semakin banyak anak Panti Asuhan yang terlayani.

Klinik Eka Erwansyah Orthodontics Center miliknya secara operasional sudha berjalan sejak tahun 2009 yang awalnya praktik di Mall Panakukang Square kemudian di awal tahun 2013 ini pindah alamat di Ruko Graha Saddang Baru, Jl Sungai Saddang Baru Blok A nomor 1 Makassar. (*)

Data diri:
Nama: drg Eka Erwansyah MKes SpOrt
Lahir: Sumbawa Besar, 28 Desember 1970
Pekerjaan: Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas), Bagian Ortodonti, sejak 2000
Pendidikan:
- SDN 1 Sumbawa Besar, lulus 1983
- SMPN 1 Sumbawa Besar, lulus 1986
- SMAN 1 Sumbawa Besar, lulus 1989
- Dokter Gigi Umum: Unhas, lulus 1998
- Dokter Gigi Spesialis Ortodonti: Universitas Pajajaran, Bandung  lulus 2008
Magister (S2): Universitas Pajajaran, lulus 2008
- S3 : sementara berjalan (Unhas)
Jabatan: 
1. Ketua Ikatan Ahli Ortodonti (IKORTI) Sulsel  2011-sekarang
2. PDGI Cabang Makassar, Wakil Ketua, 2012-sekarang.
Aktivitas lain: 
1) konsultan rubrik tanya jawab Koran Tribun.
2) Konsultan PT. Telkom
3) Konsultan PT. Aneka Tambang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved