Tribun RT RW
Cara Pjs Ketua RT Paropo Tytyen Layani Warga Urus KIS
Bagi perempuan kelahiran 18 Desember 1986 ini, jabatan itu adalah kepercayaan yang mesti dibayar dengan kepedulian.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak diberi amanah menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Ketua RT 04 Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Maret lalu, Tytyen Chaerawaty tak pernah menganggap tugasnya sekadar administratif.
Bagi perempuan kelahiran 18 Desember 1986 ini, jabatan itu adalah kepercayaan yang mesti dibayar dengan kepedulian.
Memimpin 89 kepala keluarga dan melayani 280 warga, Tytyen tahu betul tantangan terbesar di wilayahnya bukan hanya soal data kependudukan, tapi juga menyangkut akses dasar seperti layanan kesehatan.
“Saya lihat masih banyak warga yang tidak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat). Mereka tidak tahu harus mulai dari mana untuk urusnya,” ujar Tytyen saat ditemui, Rabu (20/8/2025).
KIS adalah harapan banyak warga untuk bisa berobat secara gratis.
Namun, kenyataannya, informasi tentang cara mendapatkannya belum merata.
Di sinilah Tytyen memilih untuk hadir bukan sebagai pejabat, tapi sebagai pendamping.
Selama hampir lima bulan menjabat, ia sudah membantu 15 warga mengurus KIS.
Ia tak hanya memberi informasi, tapi juga rela menemani warganya mengurus berkas satu per satu, bahkan hingga ke kantor kecamatan.
“Dulu harus ke Dinas Sosial, sekarang sudah bisa diurus di kecamatan. Tapi tetap saja banyak warga tidak tahu caranya. Jadi saya temani,” tuturnya
“Mereka kadang malu bertanya kodong, katanya takut ditolak karena tidak tahu prosedur, ” kata Tytyen.
Tak hanya itu, Tytyen juga menemukan beberapa warganya belum memiliki KTP, syarat utama untuk bisa mengakses program pemerintah.
Ia kembali turun tangan, memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam proses yang sering membingungkan.
Meskipun banyak warga mendukungnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua RT definitif, Tytyen sadar akan batasannya.
“Kita sudah tandatangani komitmen untuk tidak mencalonkan diri.
| 4 Titik Percontohan Urban Farming di Bontoala Makassar |
|
|---|
| 215 Usulan Pembangunan Bontoala Fokus Infrastruktur, Sampah, Urban Farming, dan UMKM |
|
|---|
| Antisipasi Genangan, RT RW Wala Walaya Ajak Warga Bersihkan Drainase |
|
|---|
| Mengelola Kampung Nelayan di Tengah Krisis Air Bersih, Andi Rawang Sosok RT Mengabdi Tanpa Sekat |
|
|---|
| Ujung Pandang Ajukan 176 Usulan Pembangunan, Anggaran Capai Rp4,8 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pjs-Ketua-RT-04-Paropo-Panakkukang-Makassar-A-TYTYEN-2025.jpg)