Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎4 Titik Percontohan Urban Farming di Bontoala‎ Makassar

‎Akhmad Muhajir menyebut, pengembangan Urban Farming di Kecamatan Bontoala telah berjalan secara bertahap.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/Makmur
Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir, saat diwawancarai setelah acara musrenbang di Hotel Golde Tulip, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (21/1/2026). 215 usulan warga Kecamatan Bontoala. 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Camat Bontoala menyebut Urban Farming sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayahnya. 

‎Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan.

‎Penegasan itu disampaikan Camat Bontoala, Akhmad Muhajir, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bontoala yang digelar di Hotel Golden Tulip, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1/2026).

‎Akhmad Muhajir menyebut, pengembangan Urban Farming di Kecamatan Bontoala telah berjalan secara bertahap.

‎Saat ini terdapat empat titik Urban Farming yang dijadikan proyek percontohan.

‎Empat titik tersebut tersebar di tiga kelurahan.

‎Ketiga kelurahan itu yakni Layang, Parang Layang, dan Timungang Lompoa.

‎“Sebanyak 14 teba modern sedang kami kembangkan,” ujarnya diwawancarai Tribun-Timur.Com.

‎Selain pertanian perkotaan, Kecamatan Bontoala juga menjalankan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

‎Program tersebut diwujudkan melalui budidaya magot di Pasar Kalimbu, Kelurahan Wajo Baru.

‎Budidaya maggot memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan pupuk dalam program Urban Farming. 

‎Akhmad mendorong Urban Farming dilaksanakan hingga ke tingkat RT.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan Urban Farming di setiap Musrenbang kecamatan.

‎Ia meminta pemerintah kelurahan serta RT dan RW aktif mengusulkan program hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan Urban Farming. 

‎Aulia menegaskan Pemerintah Kota Makassar siap memberikan bantuan, baik sektor pertanian, perikanan, dan peternakan untuk pelaksanaan program Urban Farming. 

‎Bantuan pertanian meliputi bibit, benih, media tanam, dan pupuk organik.

‎Bantuan perikanan berupa kolam bundar atau akuaponik lengkap dengan ikan nila, lele, dan udang paname.

‎Sementara bantuan peternakan berupa kandang ayam baterai beserta ayam, pakan, dan vitamin.

‎"Bantuan disalurkan melalui pengajuan bantuan oleh Kelompok Tani atau Kelompok Wanita Tani dengan minimal 20 anggota," ucapnya. 

‎Aulia menyebut sejumlah kelompok yang telah berhasil menjalankan Urban Farming, termasuk di Kecamatan Rappocini, Kecamatan Makassar, dan Kecamatan Bontoala.

‎"Ada KWT Cokonuri di Rappocini, KWT Anggrek di Kecamatan Makassar, dan Bontoala ini juga ada," ucapnya. 

‎Aulia memastikan hasil Urban Farming memiliki akses pasar dengan adanya pasar tani dua kali sebulan, gerakan pangan murah, dan produk Urban Farming juga dapat dipasarkan melalui koperasi Merah Putih.

‎"Pasar tani digelar pada pekan pertama di car free day Jalan Jenderal Sudirman dan pekan ketiga di kecamatan atau kantor gabungan dinas," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved