UIM Berdayakan Remaja Jeneponto Lewat Pelatihan Trainer Kit dan Kewirausahaan
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan bagi kelompok remaja di wilayah tersebut.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Islam Makassar (UIM), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kambang, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini mengusung program bertajuk 'Pemberdayaan Remaja melalui Pelatihan Pembuatan Trainer Kit Jaringan Komputer sebagai Media Pembelajaran Interaktif dan Produk Wirausaha'.
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan bagi kelompok remaja di wilayah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan ketua tim pelaksana bersama anggota, yakni Kamal SPd MPd, Ashabul Taufik SPd MPd, dan Indra Farman SKom MPd.
Hadir pula Dr Abdul Wahid SPd MPd selaku pakar dalam bidang pendidikan yang memberikan kontribusi akademik dalam penguatan materi pelatihan.
Pelatihan yang berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025 ini diikuti oleh 12 remaja mitra sasaran.
Peserta mendapatkan pembekalan berupa teori jaringan komputer, praktik langsung dalam merakit trainer kit, serta simulasi penggunaannya dalam konteks pembelajaran interaktif.
Selain aspek teknis, tim pengabdian juga memberikan materi kewirausahaan yang mencakup penghitungan harga pokok produksi dan strategi pemasaran produk edukatif.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,3 persen peserta mampu mengoperasikan trainer kit secara mandiri dan mulai memahami potensi pemasaran produk ke sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah sekitar.
Ketua tim pengabdian, Kamal, mengatakan program ini dirancang untuk memberdayakan remaja agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pengembang produk bernilai ekonomis.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para remaja dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim merancang pembentukan kelompok usaha remaja berbasis komunitas guna melanjutkan produksi dan pengembangan trainer kit secara mandiri.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi teknologi, dan penciptaan peluang ekonomi kreatif di daerah tertinggal.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bisa direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.(*)
| AGH. Wahab Zakariya dan Tonronge |
|
|---|
| Paskibraka, Prasangka, dan Janji Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
| Psyviory Dipilih Sebagai Nama Angkatan Kema Fakultas Psikologi UNM 2025 |
|
|---|
| Normalisasi Gaya Hidup Modern dan Erosi Budaya Makassar |
|
|---|
| Viral Cathlyn Yvaine Dicoret Jadi Paskibraka Gegara Tak Fasih Bahasa Daerah, Diganti Siswi Jeneponto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/UIM-2025.jpg)