Asli Makassar! Syntif Parfume Perusahaan Parfum Pertama Bersertifikat Halal di Indonesia Timur
Didirikan sejak 2016 Syntif Parfume kini mencatatkan diri sebagai perusahaan parfum pertama di Indonesia Timur bersertifikat halal.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Parfum, produk yang kini menjadi salah satu kebutuhan harian masyarakat.
Semakin banyaknya pengguna dan penggemar parfum membuat geliat industrinya di Indonesia termasuk Makassar tumbuh subur.
Salah satu yang ternama dari Kota Daeng yakni Syntif Parfume (CV Golden Executif).
Didirikan sejak 2016 dan resmi berbentuk CV pada 2019, Syntif Parfume kini mencatatkan diri sebagai perusahaan parfum pertama di Indonesia Timur bersertifikat halal.
Syntif Parfume didirikan oleh anak muda bernama S Yahya Nugrahadin (31).
Alumni SMK Penerbangan Hasanuddin 2012 ini menyebut sertifikat halal Syntif Parfume diperoleh sejak tahun 2023.
"Aturan pemerintah mewajibkan produk bersertifikat paling lambat 2026, tapi kami berinisiasi lebih cepat," katanya saat ditemui di cabang pusat Syntif Parfume, Ruko Rolling Hilss Nomor 62, Jl Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Makassar, Rabu (13/8/2025).
Alasan Yahya mempercepat sertifikasi halal demi memberikan kepastian kualitas bagi para konsumen Syntif Parfume.
Menurutnya produk parfum memang kerap mengundang perbincangan yang mengarah pada kontroversi halal dan haram.
"Kalau produk parfum memang sudah ada yang bersertifikat halal, tapi untuk perusahaan kami bisa bilang kami satu-satunya di Makassar bahkan Indonesia Timur," ungkapnya.
Selain sertifikat halal, Syntif Parfume juga mengantongi berbagai sertifikat lainnya sebagai legacy kualitas produk.
Seperti misalnya BPOM, COA (Certificate of Analysis) dan HAKI.
Sebagai perusahaan grup, Syntif Parfume kini memiliki 4 cabang di Makassar dan lebih dari 30 mitra yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Papua.
Untuk cabang di Makassar tersebar di Jl Opu Daeng Risaju, Jl Sunu, Jl Rappocini dan Jl Metro Tanjung Bunga sebagai cabang pusat.
| Pertarungan Akademisi, Sosok 4 Profesor Bidik Kursi Dekan FISIP Unhas |
|
|---|
| Sosok Andi Bau Sawa Setuju Luwu Raya Jadi Provinsi: Belajar dari Pandemi Covid-19 |
|
|---|
| PSM Makassar Asah Skema Menyerang Jelang Lawan Borneo: Sheriddin, Daisuke, dan Victor Luiz Cetak Gol |
|
|---|
| Satu Kasus Campak Ditemukan di Bone, Diduga Impor dari Makassar |
|
|---|
| Prof Hasniati Ajukan Mundur Pildek Fisip Unhas, Tetap Ditapkan Nomor Urut 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250813-Syntif-Parfum.jpg)