Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akmil 2000

Sosok Richard Arnold Y Sangari Pecah Bintang, Letting AHY Pimpin Grup 6 Kopassus

Richard Arnold Y Sangari alumnus Akmil 2000 promosi jabatan sebagai Komandan Grup (Dangrup) 6 Kopassus

Editor: Ari Maryadi
TNI AD
PECAH BINTANG - Kolonel Inf Richard Arnold Y. Sangari mengikuti sertijab Komandan Kodim 1701/Jayapura Senin (13/3/2023). Kini Richard Arnold Y. Sangari pecah bintang satu. 

Ia pernah memimpin Kodim 1701/Jayapura pada 2021–2023, yang membawahi wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.

Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kasubditbinperslog Sridum Pusterad sebelum akhirnya menjabat Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih pada Februari 2025.

Sementara itu, Nashrul Fathurrohman juga memiliki rekam jejak mentereng di Kopassus, termasuk memimpin Satuan 81 Penanggulangan Terorisme pada 2022–2023 sebelum menjabat Dangrup 1 Kopassus.

Kopassus Jadi 6 Grup

Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elit milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah mencatat sejarah panjang sejak dibentuk pada tahun 1952.

Kopassus dikenal dengan julukan Pasukan Baret Merah karena identitas khas mereka yang mengenakan baret merah.

Baret merah menjadi simbol keberanian dan semangat juang, serta identitas utama Kopassus.  

Baret merah pada Kopassus juga melambangkan semangat laksana api yang membara, mencerminkan keterampilan prajurit komando. 

Selain itu, Kopassus juga dijuluki Hantu Rimba karena kemampuan bertahan dan gerak cepatnya di medan hutan.

Kopassus memiliki tugas pada ranah Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Tugas OMP Kopassus antara lain direct action atau serangan langsung, untuk menghancurkan instalasi vital dan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, hingga Advance Combat Intelligence (Operasi Intelijen Khusus).

Sementara pada OMSP, Kopassus juga bertugas pada Humanitarian Assistance (bantuan kemanusiaan), AIRSO (Operasi Anti Insurjensi, Separatisme dan Pemberontakan), perbantuan terhadap Kepolisian Republik Indonesia (sesuai permintaan perbantuan), SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Pada bulan Juli 1950, Timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya RMS Republik Maluku Selatan (RMS).

Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerakan separatis tersebut.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel A.E. Kawilarang, sedangkan sebagai komandan operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved