Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Pemprov Gelontorkan Rp2,3 T Demi Muluskan Jalan 

Pemprov Sulsel baru akan mengerjakan ruas jalan tersebut pada September mendatang jika proses lelang telah selesai.

Editor: Sudirman
tribun timur
HEADLINE TRIBUN TIMUR - Pemprov Sulsel menganggarkan Rp2,4 triliun perbaikan jalan selama selama tiga tahun. Pemerintah mulai perbaiki ruas Jalan Hertasning dan Aroepala.  

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuat skema baru dalam perbaikan jalanan. 

Pemerintah akan memperbaiki jalanan dengan skema multiyears. 

Pengerjaan jalanan dibagi menjadi lima paket. 

Nilai paketnya mencapai Rp2,4 triliun lebih selama tiga tahun. 

Pemerintah mulai perbaiki ruas Jalan Hertasning dan Aroepala. Anggarannya sebesar Rp500 Miliar.

Baca juga: Aroepala Dibeton, Hertasning Tetap Aspal 

Pemprov Sulsel baru akan mengerjakan ruas jalan tersebut pada September mendatang jika proses lelang telah selesai.

Jalan Hertasning dan Aroepala masuk dalam paket 1 sama dengan pengerjaan ruas jalan Tun Abdul Razak, Yasin Limpo dan Bu’rung-bu’rung. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Astina Abbas, mengatakan pengerjaan jalan Hertasning dan Aroepala merupakan bagian dari paket besar yang mencakup sejumlah ruas jalan penting di Sulsel.

“Dia secara keseluruhan, paketnya itu Hertasning, kemudian lanjut lagi Aroepala, Tun Abdul Razak, kemudian Yasin Limpo, kemudian Burung-burung Pilih-pilih, dia satu paket itu semua,” katanya, Jumat (1/8/2025).

Proyek ini juga mencakup perbaikan Jalan di Kilometer 60 yang hingga kini belum tertangani.

“Kan Hertasning pendek, 800 meter, kemudian Aroepala itu 1,8 kilometer, terus Aroepala itu dan Tun Abdul Razak, salurannya nggak panjang juga itu,” katanya.

Sebagian ruas seperti Jalan Yasin Limpo hanya menyisakan sedikit bagian yang belum tertangani. 

Secara keseluruhan, kondisi jalan provinsi saat ini masih menyisakan sekitar 30 persen yang belum dalam kondisi mantap.

“Kondisinya rusak berat kan,” ujarnya.

Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel, Irawan Dermayasamin, mengatakan seluruh paket pekerjaan sudah dimasukkan dan tengah dalam proses pelelangan.

“Semua, sudah semuanya kita kasih masuk dan berproses. Nilainya itu untuk tiga tahun beda-beda,” katanya

Dalam paket 1 dianggarkan sebesar RP500 miliar lebih untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

“Kalau paket 1 itu kalau saya tidak salah 500 miliar lebih,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan kontrak tahun jamak (multi years contract) hingga 2027.

“Jadi ini sekarang mulai persiapan proses. Jadi kalau misalnya sudah tender, sudah jalan, Insyaallah berlanjut terus sampai 3 tahun ke depan,” jelasnya.

Perhatian Serius

Pakar Transportasi Prof Lambang Basri menilai perbaikan ruas Jl Hertasning - Aroepala sudah selayaknya mendapat perhatian lebih serius.

“Memperbaiki ruas Hertasning itu diperlukan bukan hanya perbaikan sementara seperti paving block. Tapi pertama perbaikan kapasitas. Itukan arus lalu lintas tinggi, variatif, semua kendaraan ringan sampai berat itu lewat disitu,” jelas Prof Lambang Basri.

Prof Lambang Basri melihat kondisi lebar jalan perlu dipertahankan.

Hanya saja dibutuhkan penataan terhadap pedagang maupun ruko-ruko di sepanjang jalan.

“Bagaimana lebar jalan itu dipertahankan. pedagang kaki lima diatur supaya tidak sembarang orang singgah. Tempat parkir juga karena itu mengurangi jalan,” Jelas Prof Lambang Basri.

Terkait spesifikasi jalan, Prof Lambang Basri menilai pemerintah harus memperhatikan potensi banjir.

Ruas jalan Hertasning - Aroepala disebutnya cukup rawan tergenang air saat musim hujan.

“jadi butuh perbaikan kondisi dengan dilabeling sebatas tinggi banjir biasanya lalu kemudian ditentukan apakah beton atau aspal,” katanya.

Sejalan dengan itu, perbaikan drainase sepanjang jalan harus juga diperhatikan.

Kehadiran beberapa kanal disepanjang jalan menurutnya bisa membantu mengurangi potensi genangan hingga banjir.

Sebab arah drainase sudah jelas terhubung ke kanal.

Terkait rencana pengerjaan long segment, Prof Lambang Basri menilai spesifikasi jalan di ruas poros Malino harus lebih tahan terhadap kendaraan berat.

Spesifikasi jalan disebutnya tidak boleh disamakan dengan ruas jalan umum dilalui roda empat maupun roda dua.

“Itu jalan sampai Malino itukan dilalui kendaraan berat spesifikasi disitu harus mampu dilalui kendaraan berat.
Jangan jalan normal seperti beban ganda standar 8,16 ton itu idealnya disana sudah 10 ton. Meski jalan provinsi secara potensi bisa kalahkan nasional,” jelasnya.

Satu catatan penting bagi Prof Lambang Basri terkait kebijakan penempatan U-Turn.

U-Turn selama ini menjadi sumber kemacetan di ruas Jl Hertasning - Aroepala.

Baik itu U-turn depan Kantor PLN Sulselrabar, depan Aroepala Street Food hingga tepat depan perbatasan Gowa - Makassar.

Prof Lambang Basri menyarankan dibangun skema bundaran untuk mengurangi kemacetan imbas U-turn.

“Terpenting hitung baik-baik dimana posisi U-turn yang baik. Dimana posisi putar balik arah. Itu ada solusi yang baik disana ada perumahan Citraland, depan situ dibuat bundaran untuk memperbaiki putaran balik arah dan lalu lintas. Disitu juga bisa dibuat taman, tugu, air mancur jadi secara view bagus,” tegasnya

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved