Rabu, 26 Agustus 2026

Kemendagri

Dirjen Polpum Bahtiar Baharudddin Bongkar Gangguan Investasi dari Oknum Ormas Rugikan Negara Rp900 T

Gerakan premanisme dan ormas mengganggu investasi sehingga negara rugikan hampir Rp900 triliun. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Dok kemendagri
ORMAS RUGIKAN NEGARA-Dirjen Polpum Bahtiar Baharudddin hadir dalam Penguatan Aktualisasi Nilai Pancasila dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI di Hotel Grand Candi Semarang Jawa Tengah, Jumat (25/7/2025). Bahtiar mengungkapkan, akibat gerakan premanisme dan ormas mengganggu investasi sehingga negara rugikan hampir Rp900 triliun.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SEMARANG- Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menggelar Penguatan Aktualisasi Nilai Pancasila dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI di Hotel Grand Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/7/2025). 

Kegiatan tersebut masih terkait dengan upaya pemerintah pusat dalam penanganan premanisme dan organisasi masyarakat (ormas) bermasalah. 

“Berserikat dan berkumpul dalam kehidupan masyarakat ada batasnya. Maka jika ada yang melakukan pelanggaran maka akan diberikan sanksi. Mulai sanksi administratif hingga pembubaran,” ujar Dirjen Polpum Bahtiar Baharudddin saat memberikan arahan kepada para peserta. 

Dalam praktiknya banyak kelompok masyarakat mendirikan ormas untuk kepentingan kebaikan. 

Namun dalam praktiknya banyak menyimpang dari tujuan semula. 

“Tapi ternyata dalam proses demokrasi kita bukan lagi dibentuk untuk kebaikan tetapi sudah bertentangan dengan esensi tujuan pembentukan ormas itu,” kata mantan Pj Gubernur Sulawesi Selatan ini. 

Baca juga: Pj Gubernur Sulbar Bahtiar ke Wajo Lihat Budidaya Ikan Sidat

Padahal menurut Bahtiar pada pasal 1 UU nomor 17 2013, menyebutkan organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan. 

Ormas ini bertujuan untuk berpartisipasi dalam Pembangunan demi tercapainya tujuan negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Bahtiar mengungkapkan, akibat gerakan premanisme dan ormas mengganggu investasi sehingga negara rugikan hampir Rp900 triliun. 

Data tersebut diperoleh dari perhitungan kementerian investasi. 

Menurut Bahtiar gangguan gerakan premanisme dan ormas tersebut tidak hanya mengganggu investasi tetapi juga mengancam daya saing Indonesia di dunia internasional. 

Ia mencontohkan Vietnam dan Thailand kini menjadi tujuan investasi menarik bagi internasional. 

Sementara data dari Direktorat Jenderal Polpum RI mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024 sebanyak 1.540 kasus gangguan investasi yang dilakukan oleh oknum dan ormas di Indonesia.  

“Betapa gangguan gangguan itu terjadi. Saatnya sekarang ini kita tertibkan. Ada satgas di provinsi yang akan menertibkan dan akan kita evaluasi” tandasnya. 

“Jangan takut kepada oknum ormas, negara tidak boleh tunduk pada mereka” tegas Bahtiar 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved