Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal PWI-LS Ormas Islam Bentrok Massa FPI di Pengajian Rizieq Shihab Pemalang

PWI-LS jadi perhatian setelah disebut bentrok mantan Front Persatuan Islam (FPI) di pengajian Rizieq Shihab.

Tayang:
Editor: Ansar
TribunBanyumas
PWI-LS - Ketum PWI Laskar Sabilillah Gus Abbas Buntet bersama anggotanya. PWI-LS jadi perhatian setelah disebut bentrok mantan Front Persatuan Islam (FPI) di pengajian Habib Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (23/7/2025) malam. 

Aksi tersebut memancing kemarahan massa pendukung acara.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan bahwa lima orang luka tercatat pada laporan awal.

Namun, data terbaru dari RS Siaga Medika menyebut total sembilan korban dirawat.

“Jumlah korban belum pasti. Tapi, sementara, masih lima orang yang mengalami luka-luka,” kata Anom, Kamis (24/7/2025).

Direktur RSI Siaga Medika Pemalang, dr Ofi Dwiantoro, menjelaskan bahwa satu korban mengalami luka berat di kepala dan masih dalam observasi intensif.

“Sebagian besar luka akibat lemparan batu, bukan senjata tajam. Yang dirawat jalan didominasi luka ringan di kepala dan lengan,” jelas dr Ofi.

Korban luka berat berinisial S (43), warga Wonosobo, mengalami luka di sembilan titik di bagian kepala, diduga akibat hantaman benda tumpul.

Dua dari sembilan korban adalah anggota Polres Pemalang yang mengalami luka ringan dan dirawat jalan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban maupun penanganan kasus bentrokan ini.

Publik menantikan langkah hukum atas peristiwa yang mencoreng ketenangan acara keagamaan tersebut.

Tentang PWI-LS

Dikutip dai bebagai sumber, PWI-LS dibentuk pada 2023 oleh tokoh Nahdliyin.

Nahdliyin prihatin terhadap berkembangnya paham-paham keislaman  dianggap ekstrem, intoleran, serta bertentangan dengan tradisi Islam Nusantara.

Nama Laskar Sabilillah diambil dari semangat perjuangan fisabilillah (di jalan Allah) yang pernah digunakan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Tapi dalam konteks PWI, Laskar Sabilillah difokuskan sebagai pengawal moral dan dakwah, bukan milisi bersenjata atau kekuatan paramiliter.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved