Berita Perbankan
Investor Pasar Modal Sulampua Tembus 1 Juta SID
Jumlah investor pasar modal Sulampua capai 1 juta lebih. Saham tumbuh 28 persen.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Jumlah investor pasar modal di Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) terus tumbuh.
Per Mei 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat 1.039.219, naik 20,22 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pada Desember 2023, jumlah SID tercatat 748.955, meningkat menjadi 985.379 pada Desember 2024.
Mayoritas investor Sulampua memiliki portofolio di instrumen reksa dana.
Namun, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada instrumen saham naik 28,40 persen yoy.
“Pertumbuhan ini mengindikasikan semakin kuatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar saham,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin, Selasa (22/7/2025).
Akumulasi nilai transaksi saham hingga Mei 2025 mencapai Rp22,47 triliun.
Baca juga: Emas Tembus Rp1,9 Juta per Gram, Masih Jadi Primadona Investasi di Makassar
Kesadaran dan Aksesibilitas Meningkat
Perencana keuangan di Makassar, Wawan Darmawan, menilai peningkatan minat berinvestasi disebabkan beberapa faktor.
Salah satunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi jangka panjang.
Faktor lainnya ialah kemudahan akses informasi.
“Kemudahan akses informasi tentang pasar saham dan investasi melalui internet dan media sosial memudahkan masyarakat memahami dan berpartisipasi,” ujar Wawan, Selasa (22/7/2025).
Ia juga menyebut perkembangan teknologi, seperti aplikasi trading online, memudahkan masyarakat berinvestasi.
Selain itu, pilihan instrumen yang beragam membuat masyarakat bisa menyesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
“Pasar saham menawarkan berbagai pilihan, seperti saham, obligasi, dan reksa dana,” jelas Wawan.'
Tips dari Investor Pemula
Mila (25), warga Makassar, membagikan tips bagi pemula terjun ke pasar saham.
Menurutnya, penting mempersiapkan dana darurat, tabungan, sehat, serta kesiapan mental.
“Banyak belajar terkait istilah di market,” ucap Mila, Selasa (22/7/2025).
“Paling penting jangan fomo. Orang beli saham apa, kita ikut beli juga. Di saham harus banyak-banyak screening sebelum buy,” sambungnya.
Menurut Mila, setiap tahun minat terhadap saham meningkat karena kemajuan teknologi.
Akses informasi kini semakin mudah, ditambah kehadiran influencer keuangan rutin memberi edukasi.
“Banyak juga influencer memberi edukasi bagaimana memulai investasi saham dan apa harus diperhatikan,” katanya. (*)
Perkembangan Pasar Modal Sulampua
Saham
Desember 2023: 253.378
Mei 2024: 281.241
Desember 2024: 322.895
Mei 2025: 361.108
Reksa Dana
Desember 2023: 705.543
Mei 2024: 820.199
Desember 2024: 935.664
Mei 2025: 984.036
SBN
Desember 2023: 30.804
Mei 2024: 33.344
Desember 2024: 36.782
Mei 2025: 38.097
Total SID
Desember 2023: 748.955
Mei 2024: 864.431
Desember 2024: 985.379
Mei 2025: 1.039.219. (*)
| BTPN Syariah Catat Laba Rp945 Miliar di Kuartal III 2025 |
|
|---|
| Sistem NCBS Mulai Diterapkan, Nomor Rekening Mandiri Taspen Jadi 10 Digit |
|
|---|
| Semester I 2025, BTPN Syariah Catat Laba Bersih Rp644 Miliar |
|
|---|
| Semester I-2025 Danamon Bukukan Laba Rp1,6 Triliun, NPL Turun |
|
|---|
| BRI Sungguminasa Serahkan 1 Unit Ambulans ke RSU Yapika Gowa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-010-OJK.jpg)