Kebakaran Maros
Setengah Tahun 27 Kebakaran Landa Maros, Rumah Warga Paling Banyak
27 kasus kebakaran terjadi di Maros selama Januari-Juni 2025. Pemkab imbau warga waspada, sebagian besar disebabkan korsleting listrik..
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Sebanyak 27 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, Jufri, mengatakan jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu.
"Pada Januari hingga Juni 2024 tercatat 29 kasus kebakaran. Sementara tahun ini sampai Juni hanya 27 kasus, artinya ada penurunan dua kasus," ujar Jufri, Minggu (20/7/2025).
Meski turun, ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat kelalaian.
Menurut Jufri, penyebab kebakaran paling dominan adalah korsleting listrik.
"Dari 27 kasus, 15 di antaranya disebabkan korsleting listrik," ungkapnya.
Penyebab terbanyak kedua adalah kebocoran selang regulator kompor gas, sebanyak delapan kasus.
"Sisanya empat kasus disebabkan kelalaian manusia, seperti membakar sampah terlalu dekat rumah atau lupa mematikan kompor," jelasnya.
Ia menyebut, Kecamatan Turikale dan Mandai mencatat angka kebakaran tertinggi, karena merupakan kawasan padat penduduk.
Objek paling banyak terbakar adalah rumah tinggal serta bangunan semi permanen.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa kebakaran ini," kata Jufri.
Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp6,5 miliar selama enam bulan terakhir.
Ia mengimbau warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, serta tidak menggunakan kabel sembarangan.
"Selalu gunakan teknisi listrik berkompeten dan pastikan kabel tidak terkelupas atau meleleh," ujarnya.
Warga juga diingatkan berhati-hati menggunakan kompor gas dan rutin mengganti selang serta regulator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-20-kebakaran-maros.jpg)