IPAL Losari Makassar Tak Sesuai Harapan, Aktivitas Pengolahan Belum Cukup 10 Persen
Padahal, IPAL Losari memiliki kapasitas pengolahan limbah hingga 16 ribu meter kubik.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari seharusnya dimaksimalkan.
Pemerintah Kota Makassar didorong untuk mengoptimalkan layanan sambungan rumah pada pemanfaatan IPAL ini.
Begitu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono saat kunjungan ke IPAL Losari Jl Metro Tanjung Bunga, Kamis (10/7/2025).
Dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi, AHY menyempatkan singgah di Makassar untuk menengok proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Februari 2024 lalu.
AHY, mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekira pukul 15.30 WITA usai bertolak dari Palu, Sulawesi Tengah.
Ia tiba di IPAL Losari sekira pukul 16.00 WITA menggunakan alphard dengan nomor polisi RI 26.
AHY didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Plh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Albert Reinaldo, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Hadir juga Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Plt Dirut PDAM Hamzah Ahmad, hingga politisi Demokrat Sulsel dan Kota Makassar.
Kedatangan AHY, ia ingin memastikan, aktivitas pengolahan air limbah berjalan pasca proyek strategis nasional (PSN) tersebut diresmikan.
Baca juga: Bukan Dinas PU, Munafri Arifuddin Pilih PDAM Makassar Kelola IPAL Losari

Rupanya, aktivitas IPAL Losari masih jauh dari kapasitas yang tersedia. AHY mengungkap kemampuan pengolahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 persen atau sekitar 1200 meter kubik.
Padahal, IPAL Losari memiliki kapasitas pengolahan limbah hingga 16 ribu meter kubik.
"Ini masih kurang dari 10 persen dari kapasitas sesungguhnya, masih besar sekali kapasitas kemampuan pengolahan, karena satu hari itu sebetulnya sekitar 14 ribu sampai 16 ribu," kata AHY.
Pemerintah Kota Makassar kata AHY harus menambah sambungan rumah untuk memaksimalkan layanan air limbah ini.
Ia mengapresiasi Pemkot Makassar akan mengalokasikan anggaran untuk operasional IPAL. Paling tidak, itu bisa mendukung pelaksanaan sambungan rumah.
"Jadi masalahnya bukan di kapasitas ipalnya, tapi sambungan rumahnya yang harus diperbanyak," tegasnya.
Diwakili Asisten III Firman Pagarra, Wali Kota Makassar Raih Penghargaan Baznas Award 2025 |
![]() |
---|
Wakil Ketua MPR RI Kupas Tuntas Urgensi Transisi Energi dalam Kuliah Umum di UMI |
![]() |
---|
110 Tim Berkompetisi Dalam Merdeka Cup SMP Telkom Makassar |
![]() |
---|
Remaja Putri di Makassar Korban TPPO, Dipaksa Melayani dan Hanya Diberi Rp50 Ribu Sekali Kencan |
![]() |
---|
Update Harga Emas Kota Makassar Hari Ini 28 Agustus 2025, Naik Dikit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.