Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemekaran Bone Selatan

Warga Menanti Bone Selatan Mandiri, Pemerintah Masih Tunggu Sinyal Jakarta

Pemkab Bone nyatakan dukungan pembentukan Kabupaten Bone Selatan, namun masih menunggu pencabutan moratorium dari pemerintah pusat.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/wahdaniar
KABUPATEN BARU - Potret Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, yang diabadikan beberapa waktu lalu. Warga Bone Selatan sambut baik pembentukan Kabupaten Bone Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone menyatakan bahwa pembentukan Kabupaten Bone Selatan sebagai daerah otonomi baru (DOB) masih menunggu keputusan dari Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. 

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Selasa (8/7/2025).

Menurut Andi Akmal, pembentukan DOB dinilai dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kabupaten Bone, khususnya di wilayah selatan.

“Ini memang pembentukan Kabupaten Bone Selatan itu setiap tahun kita siapkan dana untuk pengkajian,” akuinya.

Ia menambahkan, selama moratorium DOB belum dicabut oleh pemerintah pusat, maka proses pemekaran belum bisa dilanjutkan.

“Karena kita juga menunggu masa moratorium dicabut. Selama itu belum dicabut, belum bisa,” ujarnya.

Andi Akmal menilai, dari sisi kelayakan ekonomi, jumlah penduduk, dan luas wilayah, kawasan selatan Bone sudah sangat layak untuk dimekarkan.

“Karena yang paling layak di Sulsel ini ya Bone Selatan. Saya kira pemekaran ini jangan dimaknai kurangnya anggaran, kekuasaan, atau ekonomi, tapi harus dimaknai sebagai percepatan pembangunan dan untuk mendorong anggaran dari pusat ke daerah,” bebernya.

Ia memberi contoh keberhasilan pemekaran wilayah Luwu Raya yang kini terbagi menjadi empat kabupaten.

“Sementara pusat melihat pembagian anggaran itu berdasarkan jumlah kabupaten. Memang ada kelebihan sedikit karena jumlah penduduk dan ASN banyak, tapi secara hitungan tetap per kabupaten,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah Bone saat ini sangat luas dengan infrastruktur jalan yang rusak mencapai lebih dari 1.000 kilometer.

Hal itu menjadi beban berat karena anggaran hanya dihitung untuk satu kabupaten.

Dirinya mengakui, salah satu faktor lambatnya pembangunan di Bone adalah keterbatasan anggaran.

“Sebenarnya dengan adanya DOB ini, untuk Bone tentu kita mendukung. Karena perjuangan sudah kita lakukan. Tapi kita juga minta jangan terkesan politis, karena pemekaran itu untuk percepatan pembangunan,” tandasnya.

Warga Bone Selatan Sambut Baik

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved