Pemekaran Bone Selatan

Dialog Pemekaran Bone Selatan, Wabup: Setiap Tahun Dianggarkan Rp 5 Miliar

Wakil bupati dua periode itu mengaku, secara administratif, pembentukan Bone Selatan diusulkan pada 2010.

Dialog Pemekaran Bone Selatan, Wabup: Setiap Tahun Dianggarkan Rp 5 Miliar
justang/tribunbone.com
Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle dalam dialog pemekaran Bone Selatan di salah satu gedung di Jl MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (21/1/2020). 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh pemekaran Bone Selatan.

Hal itu diutarakan Ambo Dalle saat menjadi narasumber dalam dialog 'pemekaran Bone Selatan digantung' di salah satu gedung di Jl MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (21/1/2020).

"Kita pemerintah daerah mendukung penuh pemekaran Bone Selatan, kita sudah selesai masalah di pemerintah daerah hingga provinsi, semunya setuju," kata Ambo Dalle dihadapan awak media dan aktivis.

Kata dia, yang harus didesak sekarang adalah pemerintah pusat mencabut moratorium dan membuat Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi turunan dari UU terbaru.

Wakil bupati dua periode itu mengaku, secara administratif, pembentukan Bone Selatan diusulkan pada 2010.

“Termasuk penganggaran itu setiap tahun kita anggarkan Rp 5 miliar untuk persiapan pembentukan Bone Selatan,” kata Ambo Dalle.

Diketahui, Bone Selatan sebutan untuk kabupaten Bone bagian selatan yang diperjuangkan untuk dimekarkan sejak era Bupati Bone A Muh Idris Galigo.

Kabupaten Bone Selatan rencananya ibukota kabupatennya yakni Pallattae, yang kini menjadi ibukota Kecamatan Kahu.

Ada tujuh kecamatan yang digadang-gadang bergabung di Kabupaten Bone Selatan, yakni Kahu, Bontocani, Patimpeng, Kajuara, Salomekko, Libureng dan Ponre.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved