Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teropong

Seru!

Luka-luka sekitar 120-an ribu sejak Israel melakukan genosida di sana. Terjadi ‘perang’ yang tidak seimbang antara Palestina melawan Israel.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas, Abdul Gafar 

Oleh: Abdul Gafar

Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Belakangan ini perhatian kita mengarah ke wilayah Timur Tengah. Suasana perang antara Iran melawan Israel telah memakan korban yang memelaskan.

Sebelumnya, Israel menghajar matia-matian Palestina. Korban jiwa dan kerugian material sungguh memiriskan. Korban tewas dari rakyat Palestina sekitar 50-an ribu.

Luka-luka sekitar 120-an ribu sejak Israel melakukan genosida di sana. Terjadi ‘perang’ yang tidak seimbang antara Palestina melawan Israel.

Senjata lontaran batu melawan senjata modern. Perbedaan yang menyolok mungkin pada semangat perlawanan. Anak-anak kecilpun rela berkorban melawan kekejaman zionis Israel.

Sebaliknya dengan semangat membunuh yang keji, Israel melakukan pembantaian terhadap warga sipil tak bersenjata kaum perempuan dan anak-anak.

Dunia Internasional tidak ‘kuasa’ melawan kebrutalan Israel terhadap bangsa Palestina. Perilaku sadis ini  karena mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Seandainya ada negara yang rela membantu persenjataan untuk Palestina, boleh jadi terjadi keseimbangan. 

Kekisruhan antara Palestina melawan Israel menjadi topik yang cukup menarik di media utama.

Tragedi kemanusiaan terus berlanjut. Israel tidak pernah mengindahkan kecaman internasional atas kekejamannya terhadap bangsa Palestina.

Suplai bantuan bahan pangan  dicekal. Ketika rakyat Palestina berusaha mengambil jatah tersebut, maka Israel dengan brutal melakukan pembunuhan.

Bahkan ketika muncul perang antara Iran melawan  Israel, muncul pakar dengan kompetensi masing-masing. Ada juga warga Indonesia- seorang perempuan - yang terlihat sangat mendukung Israel.

Penampilannya sangat agresif dan  militan. Perempuan itu adalah  Monique Rijkers  seorang aktivis pro-Israel yang juga merupakan pendiri organisasi nirlaba Hadassah of Indonesia.

Ia lahir di Makassar dan memiliki darah Yahudi. Ia dikenal karena aktif menyuarakan pandangannya mengenai Israel dan konflik Israel-Palestina. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved