Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Surat dari Pembaca

Kursi Rusak di Kabin Bisnis Garuda Indonesia GA 605

Sebuah pengalaman penerbangan yang mengecewakan terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia GA 605 rute Makassar–Jakarta pada Senin, 30 Juni 2025

Editor: Edi Sumardi
CITIZEN REPORTER
KURSI BISNIS - Kursi di kelas bisnis Garuda Indonesia GA 605 rute Makassar–Jakarta pada Senin, 30 Juni 2025, yang dilaporkan rusak. Walau rusak, kursi tersebut tetap dijual kepada penumpang. 

SEBUAH pengalaman penerbangan yang mengecewakan terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia GA 605 rute Makassar–Jakarta pada Senin, 30 Juni 2025, pukul 09.40 WITA.

Dua kursi di kabin bisnis ditemukan dalam kondisi rusak yaitu kursi 8C dan 8A, namun tetap ditempati penumpang tanpa penjelasan sebelumnya. 

Awak kabin menyampaikan bahwa kursi tersebut “seharusnya tidak dijual”.

Namun faktanya, seluruh 12 kursi kabin bisnis terisi penuh. Jika benar rusak, seharusnya prosedur keselamatan menuntut agar kursi tersebut dikosongkan atau penumpang dialihkan.

Lebih disayangkan, penumpang baru diberitahu soal kerusakan kursi setelah pesawat bergerak menuju landasan pacu.

Penumpang pun terpaksa tetap duduk di kursi yang tidak layak, tanpa ada alternatif atau penjelasan sebelumnya.

Petugas kabin juga menyebut bahwa penumpang telah menandatangani pernyataan setuju menempati kursi tersebut.

Namun berdasarkan fakta, tidak pernah ada penjelasan atau dokumen yang diberikan dan ditandatangani oleh penumpang baik saat pembelian tiket maupun check-in.

Insiden ini menjadi lebih memprihatinkan karena dialami juga oleh seorang ibu muda yang sedang sakit dan menangis dalam penerbangan karena duduk di kursi yang rusak tersebut.

Ia baru mendapatkan tempat duduk layak setelah seorang penumpang lain berinisiatif menukarkan kursinya.

Masalah ini bukan hanya soal kursi, tetapi soal kejujuran informasi, pelayanan, dan komitmen terhadap keselamatan penumpang.

Di tengah upaya Garuda Indonesia menjaga citra sebagai maskapai bintang lima, kejadian seperti ini mencoreng reputasi dan menimbulkan keraguan mendalam terhadap sistem pelayanan dan digitalisasi yang selama ini dibanggakan.

Kami berharap Direksi Garuda Indonesia menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan menyeluruh, khususnya dalam aspek layanan, transparansi, dan implementasi SOP keselamatan penerbangan. Karena kepercayaan penumpang adalah aset paling berharga yang harus dijaga dengan integritas, bukan dengan alibi.

Warga Rappocini, Makassar

Catatan redaksi:

Saat surat pembaca ini diterbitkan, Tribun-Timur.com masih berusaha mendapatkan konfirmasi/tanggapan dari PT Garuda Indonesia Tbk Kantor Cabang Makassar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Yokohama

 

Ayo, ke Timur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved