Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mutasi Camat Makassar

Munafri Blak-blakan soal Isu 'Ganti' Camat di Makassar: Kenapa? Ini Sangat Dinamis

Munafri mengatakan, masih banyak posisi yang kosong di lingkup Pemkot Makassar.

Editor: Saldy Irawan
Dok Humas Pemkot Makassar
MUTASI PEJABAT - Kolase: Momen Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melantik Camat Wajo Maharuddin (kiri) bersama 23 pejabat eselon III lainnya di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (23/6/2025), dan Andi Husni (kanan) dilantik bersama 22 pejabat eselon II, 21 pejabat eselon III, dan dua pejabat eselon IV, sepekan sebelumnya, Senin (16/6/2025). Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memberi sinyal bahwa penataan birokrasi akan terus berlanjut 

TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin blak-blakan soal formasi struktur pejabat teras Pemkot Makassar

Ia mengaku bahwa mutasi diperangkat kerja Pemerintah Kota Makassar akan terus berlanjut.

Penataan dimulai dari eselon II atau jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada mutasi perdana yang dilaksanakan Senin (16/6/2025), sebanyak 46 pejabat dari eselon II, III, dan IV dilantik.

Sepekan kemudian, Senin (23/6/2025), pelantikan kembali digelar untuk 24 pejabat eselon III atau setingkat administrator.

Munafri mengatakan, masih banyak posisi yang kosong di lingkup Pemkot Makassar.

Proses mutasi akan dilanjutkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, mencakup jabatan camat, sekretaris camat, dan lurah.

“Masih banyak ini, masih ada camat, sekcam, dan lurah yang harus kita lihat potensi-potensinya untuk bergeser. Kenapa? Karena memang ini akan sangat dinamis,” ujar Munafri saat ditemui di Balai Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (24/6) baru ini. 

Sejauh ini, dua camat telah resmi dilantik, yakni Camat Ujung Pandang Andi Husni dan Camat Wajo Maharuddin.

Dengan demikian, masih terdapat 13 camat yang menanti kepastian mutasi di bawah pemerintahan Munafri-Aliyah.

Munafri menegaskan bahwa penataan ini dilakukan untuk mendukung percepatan reformasi birokrasi.

“Proses berjalannya gerbong ini tidak terhenti sampai di sini. Masih banyak posisi yang bisa diisi,” katanya.

Ia menilai pergantian pejabat merupakan hal lumrah dalam pemerintahan dan menjadi bagian dari dinamika organisasi.

“Saya tidak mau kita berpatok di satu zona nyaman. Inilah yang membuat kita stagnan. Mengukur diri itu sulit, sehingga pergerakan posisi harus berjalan dinamis,” ujarnya.

Munafri juga menekankan pentingnya pelayanan publik dan penanganan persoalan masyarakat sebagai prioritas utama Pemkot Makassar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved