Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konflik Iran Israel

Mantan Kepala BIN Hendropriyono Bongkar Permainan Intelijen di Balik Konflik Israel-Iran

mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan Mahfud MD menyoroti pandangan menarik terkait potensi perang global. 

Editor: Muh Hasim Arfah
ilustrasi by AI
PERANG ISRAEL IRAN- Ilustrasi by AI perang antara Israel dan Iran dibuat Jumat (13/6/2025). Enam ilmuwan nuklir senior Iran tewas usai serangan besar-besaran Israel ke Iran pada Jumat(13/6) sebagai bagian dari operasi “Rising Lion". 

TRIBUN-TIMUR.COM - Diskusi mendalam antara mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti pandangan menarik terkait potensi perang dunia. 

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan disiarkan melalui platform YouTube Mahfud  MD Official dikutip tribun-timur.com ini, Senin (23/5/2025), kedua tokoh ini menyampaikan analisis mereka mengenai situasi geopolitik terkini dan kemungkinan terjadinya konflik berskala dunia.

Hendropriyono, menegaskan bahwa konflik antara Israel dan Iran saat ini bukanlah awal dari Perang Dunia, melainkan bagian dari skenario perang proksi yang sudah lama dimainkan oleh kekuatan intelijen global, terutama oleh Amerika Serikat melalui CIA.

hendro soal iran dan israel 2025
ANALISIS HENDRO- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti pandangan menarik terkait potensi perang global. Mereka menyampaikan disiarkan melalui platform YouTube Mahfud  MD Official dikutip tribun-timur.com ini, Senin (23/5/2025)

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah forum diskusi yang menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah, ditambah dengan ketegangan yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina, serta memanasnya relasi India-Pakistan.

Banyak pihak menilai dunia di ambang perang besar. 

Namun, menurut Hendropriyono, perang yang terjadi saat ini lebih merupakan permainan intelijen.

“Amerika sejak Perang Vietnam tidak pernah lagi terlibat penuh dalam perang besar. Mereka selalu gunakan proksi,” ujarnya.

Hendro menjelaskan bahwa Amerika memiliki sejumlah rencana geopolitik yang bergeser dari Eropa ke Asia Tenggara, terutama Laut Cina Selatan.

Namun karena berbagai faktor, skenario itu meleset, dan mereka mengalihkan fokus ke Suriah dan Iran.

“Amerika harus kuasai Suriah untuk menyerang Iran. Tapi Rusia ada di sana. Maka, CIA main. Rusia mundur dari Suriah, Basar Assad digulingkan lewat kelompok radikal. Ini perang proksi,” ungkapnya.

Ia menyoroti bagaimana negara-negara besar menggunakan strategi bayangan untuk memanipulasi konflik dan menjatuhkan pemerintahan asing, seperti yang terjadi di Guatemala, Haiti, hingga Indonesia sendiri di masa lalu.

Hendro bahkan membeberkan pengalaman pribadinya saat melihat langsung intervensi asing di Indonesia, dari operasi CIA di era pemberontakan DI/TII hingga peristiwa pengeboman tangki minyak di Cilincing oleh pesawat intelijen yang berpura-pura sebagai pihak sipil.

“Dulu kita terus-terusan diadu sejak merdeka. Yang main bukan tentara, tapi intelijen. CIA misalnya, jelas sekali perannya dalam banyak kudeta,” ujarnya.

Terkait konflik Israel-Iran, Hendropriyono menegaskan bahwa ini adalah proksi Amerika Serikat. Bukan konfrontasi langsung antarnegara, melainkan upaya melemahkan kekuatan regional dengan dalih keamanan.

“Jelas ini proksi Amerika. Bukan soal agama atau sekutu. Ini permainan kekuatan intelijen,” tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved