Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Sulsel Undang Gubernur Hearing soal Bonus Atlet

Fauzi Andi Wawo mengundang Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman RDP soal bonus atlet PON belum cair.

Editor: Sudirman
Ist
PON - Fauzi Andi Wawo dan surat DPRD Sulsel. DPRD Sulsel mengundang Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menghadiri rapat dengar pendapat soal bonus atlet. 

TRIBUN-TIMUR.COM - DPRD Sulsel mengundang Gubernur Andi Sudirman Sulaiman membahas bonus atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) belum cair.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Ruang Rapat Komisi E DPRD Sulsel, Senin (23/6/2025) pukul 11.00 Wita.

Selain Gubernur Sulsel, juga diundang  Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Ketua KONI, dan perwakilan atlet peraih medali PON XXI sebanyak 5 orang.

Surat ditanda tangani Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo.

Sekedar diketahui, Ada 10 cabor meraih medali emas,  19 cabor meraih perak, dan 20 cabor meraih perunggu. 

PON Aceh - Sumatera digelar September 2024.

Artinya sudah 9 bulan berlalu para atlet belum menerima hak mereka.

Sindiran Ketua Pertina Sulsel

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Reza Ali, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakpastian pembayaran bonus atlet, khususnya para petinju yang telah menyumbang medali untuk Sulsel. 

Baca juga: Profil Joshua Holy Masihor, Atlet Tinju Sulsel Belum Terima Bonus Meski Raih Medali Emas di PON Aceh

Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Timbuseng Takalar itu bahkan mengutip ayat suci Al-Qur’an. 

Kutipan itu ditujukan untuk menyoroti komitmen Pemprov Sulsel.

"Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya,” kutip Reza dari Qur'an Surah (QS) Al-Isra ayat 34.

“Ya, itu pesan Nabi. Kalau kita memerintahkan orang melakukan tugas, apalagi ini atlet yang berjuang bawa nama daerah, ya harus diberi upah sebelum keringatnya mengering,” tambah Reza kepada Tribun-Timur, Minggu (22/6/2025).

Menurut Reza, janji bonus bukan sekadar soal administrasi, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan para atlet. 

Ia menilai, jika pemerintah abai terhadap janji tersebut, maka sama saja melanggar ajaran moral dan agama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved