Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

16 Kloter Jemaah Haji Bergerak dari Makkah ke Madinah, Terbanyak dari Solo

Sebanyak 16 kloter jemaah haji bergerak dari Makkah ke Madinah hari ini. Terbanyak dari Solo. Total 6.310 jemaah siap lanjutkan ibadah di Kota Nabi.

Penulis: Mansur AM | Editor: Sukmawati Ibrahim
Media Centre Haji Indonesia
MASJID NABAWI – Suasana Masjid Nabawi di Madinah usai Salat Magrib, Selasa (17/6/2025). Sebanyak 16 kloter jemaah haji bergerak dari Makkah ke Madinah hari ini. Terbanyak dari Solo. Total 6.310 jemaah siap lanjutkan ibadah di Kota Nabi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Sebanyak 16 kloter (kelompok terbang) jemaah haji gelombang kedua bergerak dari Makkah menuju Madinah, Kamis (19/6/2025).

Kloter terbanyak berasal dari Embarkasi Solo (SOC), yakni Kloter 52, 53, dan 54, yang berangkat dari Kota Suci menuju Madinah.

Total sebanyak 6.310 jemaah haji Indonesia melakukan perjalanan dari Makkah ke Madinah hari ini.

Dari Embarkasi Makassar (UPG), dua kloter yaitu Kloter 23 dan 24 juga diberangkatkan ke Madinatul Munawwarah.

Berikut daftar pergerakan kloter dari Makkah ke Madinah, Kamis 19 Juni 2025:

Embarkasi PDG: Kloter 9


Embarkasi UPG: Kloter 23, Kloter 24


Embarkasi SOC: Kloter 52, Kloter 53, Kloter 54


Embarkasi PLM: Kloter 13


Embarkasi JKG: Kloter 39, Kloter 41


Embarkasi BPN: Kloter 8


Embarkasi KNO: Kloter 14


Embarkasi BTJ: Kloter 1


Embarkasi JKS: Kloter 35


Embarkasi KJT: Kloter 14, Kloter 15


Embarkasi SUB: Kloter 51


Kepala Daker Madinah, Muhammad Luthfi Makki, menyampaikan bahwa seluruh layanan siap menyambut jemaah.

Perjalanan dari Makkah ke Madinah memakan waktu sekitar enam jam. 

Setibanya di Terminal Hijrah, jemaah tidak perlu turun dari bus saat proses serah terima dokumen dan paspor, yang berlangsung sekitar 15 menit. Selanjutnya, perjalanan ke hotel memakan waktu 30 menit.

Sebanyak 20 petugas disiagakan untuk memantau dan melaporkan pergerakan ke sektor hotel.

Selama di Madinah, jemaah ditempatkan di 100 hotel yang tersebar di tiga kawasan utama:

Markaziyah Syamaliah: 34 hotel


Gharbiyah: 52 hotel


Janubiyah: 14 hotel


Lima sektor layanan disiapkan untuk mengelola pergerakan dan kebutuhan jemaah.

Konsumsi dan Kesehatan

Sebanyak 21 dapur katering telah diverifikasi dan dinyatakan siap melayani konsumsi jemaah. Setiap jemaah akan mendapatkan 27 kali makan selama di Madinah, tiga kali sehari. 

Menu disesuaikan dengan cita rasa Indonesia.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah juga bersiaga penuh. 

Sebanyak 130 tenaga medis dan perlengkapan kesehatan telah disiapkan.

Tasreh Raudhah telah diterbitkan untuk 18.936 jemaah yang tiba pada 18–19 Juni. 

Pengajuan tasreh berikutnya dilakukan bertahap sesuai jadwal kloter.

Layanan lansia dan disabilitas dilengkapi kursi roda serta petugas pendamping. 

Tim Linjam juga disiagakan untuk menjamin keamanan jemaah dan barang bawaan.

Jemaah diimbau mematuhi aturan, termasuk larangan merokok di sekitar Masjid Nabawi. 

Pelanggaran bisa dikenakan denda oleh otoritas setempat.

Suhu di Madinah mencapai 47 derajat Celsius dengan kelembapan rendah. 

Jemaah diminta cukup istirahat dan membatasi aktivitas di luar pukul 10.00 hingga 16.00 WAS. 

Gunakan payung, semprotan wajah, air minum, dan masker saat keluar hotel.

PPIH menyarankan jemaah dengan komorbid beribadah di hotel dengan aktivitas ringan. 

Jemaah lansia diminta rutin memeriksa kesehatan di kloter minimal seminggu sekali.

“Semoga jemaah kembali sehat dan menjadi haji yang mabrur,” kata Makki.  (Media Centre Haji/Mansur Amirullah)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved