Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bongkar Muat Lesu

Daya Beli Lesu, Bongkaran di Pelabuhan Makassar Hanya Tumbuh 1 Persen

Aktivitas di Terminal Peti Kemas New Makassar menunjukkan ketimpangan. Volume muatan keluar meningkat hingga 15 persen, namun bongkaran lesu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/kaswadi anwar
TRIBUN BUSINESS FORUM - Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Terminal Peti Kemas New Makassar, Fanny Herling Tambaritji (kiri), Manager Pengelola Operasi Terminal Peti Kemas New Makassar, Hamzah (dua dari kiri) dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia Sulawesi Selatan Barat (DPW ALFI Sulselbar), Yodi Nalendra (dua dari kanan), host, Fiorena Jeritno saat acara Tribun Business Forum di Lantai 3 Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju, Kota Makassar, Jumat (13/6/2025) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terminal Peti Kemas New Makassar mencatat volume bongkaran tak alami kenaikan signifikan selama 2025 dibandingkan 2024. 

Pertumbuhan bongkar hanya satu persen.

Untuk volume muatan cukup tinggi, mencapai 15 persen.

Total secara keseluruhan pertumbuhan bongkar muat cuma dua persen.

Menanggapi hal tersebut,  Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia Sulawesi Selatan Barat (DPW ALFI Sulselbar), Yodi Nalendra menyebut, bongkaran memang signifikan karena daya beli masyarakat lesu.

Bongkaran masuk ke Pelabuhan Makassar lebih banyak bahan konsumtif, kebutuhan rumah tangga, sembako.

"Bongkaran tidak meningkat signifikan karena lesuhnya daya beli," sebutnya saat menjadi narasumber di Tribun Business Forum dengan tema Lesunya Daya Beli dan Dampaknya di Pelabuhan Makassar, Jumat (13/6/2025).

Yodi Nalendra melanjutkan, untuk volume muatan dari Makassar ke luar memang sangat tinggi.

Hal ini dipengaruhi investasi gencar di sektor pertambangan.

Di Bantaeng ada dua smelter nikel, belum lagi aktivitas pertambangan dari Luwu sampai Sorowako, Luwu Timur.

Hasil tambangnya masih dikirim dari Pelabuhan Makassar.

Ditambah lagi, ada program swasembada pangan pemerintah. Beras tak lagi impor.

Justru Sulsel sebagai penghasil beras mengekspor atau mengirim ke daerah lain.

"Makanya muatan naik," terang Yodi Nalendra.

Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Terminal Peti Kemas New Makassar, Fanny Herling Tambaritji mengatakan, pertumbuhan bongkaran sebelum Covid-19 itu mencapai 5 persen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved