Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kuota Haji

Antrean Makin Panjang, Warga Maros Minta Kuota Haji Tak Dikurangi

Hudayah yang telah mendaftar dan menyetorkan dana haji sejak enam tahun lalu merasa dirugikan.

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
FOTO ILUSTRASI - Potret Jemaah Haji kloter 39 Embarkasi Makassar saat melaksanakan ibadah haji di Makkah. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Wacana pemangkasan kuota jemaah haji Indonesia hingga 50 persen pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 menuai keresahan dari masyarakat.

Khususnya calon jemaah yang telah lama menunggu antrean keberangkatan.

Salah satu calon jemaah haji asal Kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Hudayah (58) mengaku sangat kecewa dengan adanya kabar tersebut.

Hudayah yang telah mendaftar dan menyetorkan dana haji sejak enam tahun lalu merasa dirugikan.

“Kami ini sudah menunggu bertahun-tahun. Kalau benar kuota dikurangi, antreannya pasti makin panjang. Belum lagi umur makin bertambah,,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Rabu (12/6/2025).

Ia berharap pemerintah pusat bisa segera bersikap dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.

“Kami butuh kepastian, bukan wacana yang bikin cemas. Harapannya tidak sampai ada pemangkasan, agar waktu tunggu tidak semakin panjang,” tambahnya.

Hingga 2025, jumlah pendaftar yang masih menunggu giliran keberangkatan mencapai 11.356 orang, dengan estimasi waktu tunggu hingga 38 tahun.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Maros, Ahamd Ihyadin, Senin (3/3/2025) lalu.

“Update pertanggal 28 Februari jumlah daftar tunggu mencapai 11.356, laki-laki 4.462 dan perempuan 6.894,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved