Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Indahnya Panggilan Allah

Panggilan itu juga sudah diperintahkan oleh Allah kepada Nabiyullah Ibrahim.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - A. Rahman Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan periode 2007-2009 

Oleh : A. RAHMAN

Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan  Periode 2007-2009

TRIBUN-TIMUR.COM - Ibadah Haji momentum bagi manusia mengukur dan menakar diri di hadapan Allah disertai syarat mampu melaksanakannya.

Panggilan menuju ke Baitullah itu sudah terwujud dalam bentuk kewajiban bagi yang mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Panggilan itu juga sudah diperintahkan oleh Allah kepada Nabiyullah Ibrahim.

Semakin panggilan itu diabaikan maka semakin kuat rasanya kehadiran panggilan itu di dalam diri manusia, dan semakin manusia memilih untuk berniat dan ikhtiar memenuhi panggilan Allah maka semakin luas jalan yang diberikan Allah untuk memenuhi panggilan-Nya.

Niat yang tulus dan ikhlas melaksanakan Ibadah haji akan menemukan jalan dengan ikhtiar penuh harap kepada Allah semoga dicukupkan dan dimampukan untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. 

Di sebuah lembah yang diliputi ketiadaan, Allah Subhanahu Wata’ala menguji hambaNya untuk mengukur dan menakar diri dan kemampuannya dalam mengharapkan pertolongan Allah dengan sepenuh hati.

Disertai dengan ikhtiar di mana manusialah yang paling mengetahui sejauh mana kemampuan dan totalitas di dalam dirinya dalam menjalankan perintah Allah.

Dan keyakinannya bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan jalan keluar kepada hambaNya, sehingga Allah memperkenankan doa dan ikhtiar hambaNya.

Bahkan untuk seluruh manusia hingga hari ini diabadikan dengan semakmuran dan keberkahan yang ada di Baitullah yang menjadi dambaan bagi seluruh Ummat Islam di segala penjuru dunia.

Hari yang indah penuh haru dan khusyuk memenuhi panggilan Allah dengan menunaikan segala rukun ibadah haji yang menjadi gambaran perihal petunjuk Allah kepada hambanya, untuk mempersiapkan dan membenahi Baitullah dalam menyambut kedatangan tamuNya.

Kerajaan Saudi Arabia mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Demikian pula Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama mempersiapkan segala sesuatunya dalam mendukung sukses terselenggaranya pelaksanaan ibadah haji.

Dengan mempersiap siagakan petugas haji dalam memberikan pelayanan dan keluasan bagi tamu Allah dalam melaksanakan Ibadah Haji.

Segala bentuk koordinasi dan kerjasama dilakukan semaksimal mungkin dalam menykseskan pelaksanaan ibadah haji karena menjadi amanah dan memang sudah diperintahkan oleh Allah untuk berbenah dalam menyembut kedatangan tamuNya.

Semoga yang diberi amanah untuk mengurus Baiullah senantiasa mendapatkan pahala yang berlimpah karena betapa besarnya tanggung jawab yang diembannya.

Di hari Arafah, padang yang begitu luas menjadi padang yang terluas dan paling lapang di dunia untuk menyampaikan diri di hadapan Allah Subhanahu Wata;ala.

Semua tamu Allah berada di suatu tempat, dimana jiwa raganya sepenuhnya hadir bersama Allah dalam kekhusyuan doa penuh harap untuk senantiasa berada disisi Allah kapan dan dimanapun serta dalam situasi dan kondisi bagaimanapun.

Sehingga kehidupan ini adalah dominasi sepenuhnya pada sisi ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Doa doa terindah yang menjadikan seluruh penjuru duni menjadi hamparan padang Arafah yang datang memenuhi panggilan Allah bersama Allah.

Demikian pula yang belum ditakdirkan memenuhi panggilan Allah hadir bersama Allah dalam ketaatan penuh haru.

Dengan doa dan harapan semoga niat di dalam hati dan ikhtiar menuju ke Baitullah memenuhi undangan Allah akan menjadikan seluruh derap langkah dalam kehidupan ini sebagai pergerakan dan perjalanan menuju ke Baitullah.

Semua yang berada di padang Arafah maupun diluar padang Arafah akhirnya menjadi Arif dan bijaksana tahu diri di hadapan Allah bahwa Allah maha segala galanya.

Sebagai hamba harus taat dan tahu diri sedang diatur oleh Allah, sehingga apapun dan bagaimanapun posisi serta keadaaan di hari Arafah itulah ujung dari doa dan ikhtiar.

Bahwa seseorang sedang memenuhi panggilan Allah atau belum diberi kemampuan memenuhi panggilan Allah kesemuanya dalam kebersamaan menatap indahnya panggilan Allah.

Terkait dengan ikhtiar dan usaha Ummat Islam yang sudah sangat maksimal untu memenuhi panggilan Allah melalui jalur yang disediakan oleh penyedia jasa perjalanan haji dan umrah, akan tetapi belum ditakdirkan untuk sampai ke Baitullah.

Maka itulah perjalanan yang indah yang jalur dan waktunya diperpanjang sampai pada waktu yang diatur dan ditakdirkan oleh Allah.

Niat itu harus dikuatkan dengan tidak henti hentinya berdzikir mengingat Allah dan memanggil Allah dalam setiap doa dan ikhtiar.

Semua keputusan dalam mempersiapkan Baitullah untuk tamu Allah tiada lain untuk kemaslahatan para tamu Allah dalam menjalankan ibadah haji.

Semoga perjalanan panjang dengan niat yang tulus dan doa doa penuh kekhusyuan akan memudahkan ikhtiar perjalanan suci menuju ke Baitullah.

Menatap Baitullah dari kejauhan dikerumuni para tamu tamu Allah yang datang mengumandangkan talbiah serasa menghadirkan jiwa raga kita hanyut dalam suasana haru penuh dengan suasana cinta dan kasih sayang Antara Allah dan hambaNya sebagai petunjuk alam bagi kita bahwa harmoni adalah solusi dalam kehidun ini. 

Manusia diberi kemampuan untuk mengukur dan menakar dirinya serta kemampuan untuk merubah keadaan tanpa melebih lebihkan sesuatu apapun dari dirinya sehingga dunia ini menjadi arena baginya untuk menempuh jalan menuju kepada Allah.

Disisi manapun kita berada maka poros yang harus kita laui adalah dari Allah menuju kepada Allah

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved