Polda Sulsel Autopsi Jenazah MR Usai Tewas Dikeroyok Teman Sekolah
Katrina mengaku, sengaja meminta proses autopsi untuk memudahkan penyelidikan polisi dalam mengungkap penyebab pasti kematian MR
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jenazah MR (15) murid kelas enam SD yang meninggal dunia setelah diduga dikeroyok temannya, kini diautopsi di RS Bhayangkara, Makassar.
Pantauan Tribun, jenazah tiba telah dijemput ambulans Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Autopsi jenazah dikawal ibu almarhum, Katrina (40) dan sejumlah keluarga serta kerabat.
Katrina mengaku, sengaja meminta proses autopsi untuk memudahkan penyelidikan polisi dalam mengungkap penyebab pasti kematian MR.
"Sekarang jenazah sudah di ruang autopsi, supaya cepat terungkap (karena ada kecurigaan) dibully dan dikeroyok," ujar Katrina.
Hal senada diungkapkan suami Katrina ayah MR, Ichal Jamaluddin (41).
"Pada saat melapor polisi meminta diotopsi karena mau dilihat penyebab korban meninggal," ujar Ichal ditemui wartawan saat di rumah duka.
Ichal berharap, dengan adanya proses autopsi ini, kepolisian dapat mengungkap kasus itu secara terang benderang.
"Kalau kami sekeluarga ingin mengungkap kasus ini, walaupun identitas pelaku belum diketahui tapi itu menjadi tugas kepolisian supaya bisa membantu mengungkap identitasnya agar tidak ada lagi cukuplah anak saya mengalami tindakan intimidasi," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang murid sekolah dasar (SD) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah diduga dianiaya teman sebayanya.
Korban yang baru duduk di bangku kelas enam SD, diketahui berinisial MR (15).
Jenazah almarhum saat ini berada di rumah duka berlokasi di Jl Maccini Gusung, Setapak 8, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (30/5/2025) malam.
Pantauan Tribun, rumah duka yang berada di dalam lorong dipadati keluarga dan kerabat almarhum.
Hadir juga sejumlah personel Polsek Makassar, mengambil keterangan keluarga korban di rumah duka.
Isak tangis keluarga tak terbendung, saat melihat kondisi jenazah almarhum.
Tampak dua kelopak mata almarhum membiru saat keluarga membuka kain penutup jenazah.
Tante almarhum, Desma (45) mengatakan, korban diduga mengalami penganiayaan pada pekan lalu dan meninggal dunia setelah lima hari dirawat di rumah sakit.
"Meninggal pas Ashar tadi di Rumah Sakit Faisal," kata Desma.
Peristiwa dugaan penganiayaan dialami MR, kata Desma setelah ujian pekan lalu.
"Diborongi (dikeroyok) itu pas (setelah) ujian, Minggu lalu kasian," ujar Desma.
Bahkan Desma mengaku, saat MR masih dirawat, dirinya sempat menanyakan langsung ke korban.
"Waktu di rumah sakit saya tanya, Adnan siapa yang pukul ko nak, dia bilang tiga, dia kasih naik tiga jarinya begini. Katanya ada satu anak SMP, yang dua anak SD," ucapnya.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian ihwal dugaan penganiayaan itu.
Ayah MR dan pamannya saat ini berada di Mapolrestabes Makassar, untuk melaporkan dugaan penganiayaan tersebut.(*)
| 386 Jamaah Haji Asal Maluku Utara Tiba di Makassar, Rombongan Pertama dari Luar Sulawesi |
|
|---|
| Warga Katimbang Kini Lebih Siaga Hadapi Banjir Bersama PLN |
|
|---|
| 1.200 Personel Gabungan Siaga Aksi May Day 2026 di Makassar |
|
|---|
| 2 Peneliti UMI Lolos Bestari Saintek, Prof Hambali: Riset Terbaik Harus Berdampak ke Masyarakat |
|
|---|
| Asmo Sulsel Rayakan Anniversary ke-8 HPCI Makassar Lewat Aksi Sosial dan Edukasi Safety Riding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-depan-ruang-autopsi-jenazah-RS-Bhayangkara-43.jpg)