Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Setelah Tenda, Petugas Haji Cek Layanan Konsumsi Transportasi dan Pemempatan Jemaah Haji di Armuzna

Hingga Selasa (27/5/2025), total 165.006 jamaah haji asal Indonesia sudah berada di Makkah. 

Penulis: Mansur AM | Editor: Alfian
Media Centre Haji
TENDA MINA - Petugas Haji Indonesia dipimpin Dirjen PHU Kemenag RI Hilman Latief kembali meninjau persiapan puncak haji di Arafah dan Mina, Selasa (27/5/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Setelah mengecek persiapan tenda dan sanitasi, Petugas Haji Indonesia juga akan mengecek layanan konsumsi dan transportasi jamaah haji menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. 

"Setelah tenda selesai, akan masuk tahapan pembahasan menu dari masing-masing syarikah," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, Selasa (27/5/2025).

Hilman memboyong 10 ketua sektor dan pejabat haji mengecek langsung kondisi terkini di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Hilman juga memastikan pendataan jemaah untuk pembagian maktab sudah selesai.

"Sekarang tinggal divalidasi dengan data dari sektor-sektor," ujarnya.

Data tersebut akan diserahkan ke syarikah dalam waktu dekat.

Satu maktab bisa menampung hingga 3.700 jemaah dalam beberapa tenda.

"Penempatan jemaah kami upayakan terstruktur dan rapi," kata Hilman.

Baca juga: Tiap Jemaah Haji Bawa 1 Dus Makanan Siap Saji, Sudah Teruji Klinis Buat Konsumsi di Armuzna

HAJI 2025 - Jamaah haji Indonesia akan membawa 1 dus berisi 6 boks makanan siap saji dibawa ke Armuzna. Makanan siap saji ini sudah melalui uji klinis dan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi jamaah selama di Armuzna.
HAJI 2025 - Jamaah haji Indonesia akan membawa 1 dus berisi 6 boks makanan siap saji dibawa ke Armuzna. Makanan siap saji ini sudah melalui uji klinis dan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi jamaah selama di Armuzna. (MEDIA CENTRE HAJI/MANSUR AMIRULLAH)

Penggabungan suami-istri, lansia, dan disabilitas terus diupayakan.

"Tapi tetap menyesuaikan dengan kebijakan syarikah dan maktab," ujarnya.

Misalnya, pemisahan tenda laki-laki dan perempuan tetap diberlakukan.

"Tidak selalu bisa satu ruangan, tapi tetap satu maktab," jelasnya.

Ia menekankan bahwa kebersamaan tidak harus berarti selalu dalam satu tenda.

"Sama seperti di hotel, bisa satu bangunan tapi beda kamar," katanya.

Hilman menjelaskan, jemaah tetap bisa bertemu di luar tenda saat longgar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved