Haji 2025
Pemakaman Ma'la di Makkah, Tempat Peristirahatan Keluarga Rasulullah Termasuk Ummul Mukminin
Di antara yang dimakamkan di Ma'la adalah istri Nabi Ummul Mukminin, Sayyidah Khadijah al-Kubra.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Kompleks Pemakaman Ma'la di Makkah menjadi salah satu tujuan ziarah jemaah haji Indonesia.
Lokasinya sekitar 1,5 kilometer dari Masjidil Haram, dekat Terminal Syib Amir.
Pemakaman ini dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga Rasulullah Muhammad saw.
Di antara yang dimakamkan di Ma'la adalah istri Nabi Ummul Mukminin, Sayyidah Khadijah al-Kubra.
Makam beliau dikelilingi oleh makam anak-anaknya bersama Rasulullah saw.
Selain itu, terdapat makam Abdullah, ayah Nabi, dan Abdul Muthalib, kakeknya.
Ratusan jemaah haji asal Indonesia mengunjungi makam ini untuk berziarah.
Salah satu rombongan Tanah Air berasal dari Kabupaten Brebes, Kloter 14 SOC.
Pukul 16.00 WAS, ratusan jamaah dari Turki juga tiba di dekat Makam Ummul Mukminin untuk ziarah.
Jemaah perempuan tidak diperkenankan masuk ke area dalam makam.
Namun, mereka tetap bisa menyampaikan doa dari luar pagar pemakaman.
Mustasyor Diny (Konsultan Ibadah) PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali, memimpin doa saat rombongan Media Centre Haji (MCH) Daker Makkah ziarah Ma'la.
Menurut KH Moqsith, Ma'la berarti dataran tinggi dibanding Masjidil Haram.
Banyak tokoh besar dan ulama Indonesia juga dimakamkan di Ma'la.
Di antaranya adalah Syaikh Nawawi Banten, ulama penulis kitab kuning.
Juga ada KH Kholil Bangkalan, murid Syaikh Nawawi.
Nama-nama lain termasuk Syaikh Mahfudz Tremas dan Syaikh Ahmad Khatib Sambas.
Juga dimakamkan di sini adalah Syaikh Junaid Betawi dan Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau.
Syaikh Yasin Padang juga termasuk ulama Indonesia yang dimakamkan di Ma'la.
Pemakaman ini dikenal juga dengan sebutan Jannatul Ma'la, atau surga Ma'la.
Disebut demikian karena banyaknya ahli surga yang dimakamkan di sini.
Nisan di Ma'la hanya berupa batu tanpa penanda nama yang mencolok.
Suasana pemakaman terasa khusyuk, teduh, dan menyentuh hati peziarah.
Burung merpati beterbangan di bawah pohon rindang sekitar area makam.
Peziarah biasanya membaca doa, Yasin, dan salawat untuk ahli kubur.
MCH PPIH Arab Saudi mengabadikan momen ziarah ke Ma'la tersebut.
Salah satu jemaah, Ahmad Zaki, merasa bersyukur bisa ziarah ke makam ulama.
Ia mengaku terinspirasi oleh putra-putra Mbah Moen dan Gus Baha.
Zaki berharap dengan berziarah, bisa dianggap sebagai santri Mbah Moen.
KH Moqsith menyebut Ma'la sebagai pemakaman penting di akhir zaman.
Menurutnya, penghuni Ma'la akan dibangkitkan bersama Nabi Musa dan Nabi Muhammad.
Bersamaan pula dengan bangkitnya penghuni makam Baqi di Madinah.
Dua makam ini sangat penting dalam sejarah akhir kehidupan umat manusia.
KH Moqsith berharap jemaah haji tidak melewatkan ziarah ke Ma'la.
Ia menyebut Ma'la sebagai tempat istimewa dan penuh keberkahan.
Ziarah ke Ma'la menjadi pengalaman spiritual mendalam bagi jemaah haji.
Banyak jemaah merasa tenang dan haru saat mengunjungi makam para ulama.
Doa dan salawat mengalir sepanjang ziarah di Jannatul Ma'la.
Ziarah ini diharapkan menjadi wasilah keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad.
Peziarah juga berharap bisa mengikuti jejak para ahli Ma'la menuju surga.
Pemakaman Ma'la menjadi magnet spiritual bagi umat Islam dari seluruh dunia.
Sebagai catatan, jamaah tidak boleh terlalu lama ziarah untuk memberi kesempatan kepada jamaah lain dari berbagai penjuru dunia.
Askar maupun petugas makam akan meminta jamaah bergeser jika dinilai terlalu lama berada di maqam tertentu.
Maqam di Tanah Suci berbeda dengan maqam Tanah Air.
Di sini, tidak ada batu nisan.
Penandanya adalah batu seukuran kepala manusia.
Jamaah tanpa pendamping yang mengerti soal lokasi ulama-ulama di Pemakaman Ma’la akan kesulitan mengenali maqam yang dikunjungi.(Media centre haji/Mansur Amirullah)
Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf atas Layanan Haji 2025 |
![]() |
---|
Foto-foto Kloter Terakhir Jamaah Haji Tinggalkan Madinah, Petugas: Semoga Mabrur Semua |
![]() |
---|
Cerita Jamaah Haji Jalan Kaki dari Musdalifah ke Mina Sejauh 3 KM saat Suhu 48 Derajat |
![]() |
---|
Wakil Bupati Jemput 360 Jemaah Haji Asal Wajo di Asrama Haji Sudiang |
![]() |
---|
'Tukang Bubur Naik Haji' Asal Pomala Berat Tinggalkan Tanah Suci, Tiba 7 Juli di Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.