Overload, Pemkab Bone Ajukan Pembangunan Insenerator Penghasil Listrik dari Sampah di TPA Passipo
Ini menjadi solusi dalam mengatasi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passipo, tengah overload.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone bakal mengajukan pembangunan insenerator listrik, bahan bakar sampah.
Ini menjadi solusi dalam mengatasi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passipo, tengah overload.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto saat dikonfirmasi, Jumat (23/5/2025) mengaku, proyek masuk program penanganan sampah berkelanjutan Pemkab Bone.
Masing-masing akan disokong menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Provinsi dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total nilai proyek mencapai Rp26,7 miliar.
Dray mengatakan, energi listrik dihasilkan dari sampah, akan mentenagai ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan bersama dengan bantuan PLN dan Tenaga Surya.
Ekosistem ditenagai ini mencakup insenerator itu sendiri, pabrik pengelolaan sampah organik menjadi pupuk dan dan pabrik pengelolaan sampah plastik menjadi paving blok dan furniture yang juga akan dibangun dalam satu paket proyek ini.
"Jadi output dari sini (insenerator) itu akan menjadi energi turbin, itu dia akan masuk lagi ke sini (ekosistem TPA). Jadi ini akan menggerakkan semua pengelolaan sampah ini secara mandiri,"jelasnya.
Dray menerangkan, sampah di insenerator pun merupakan sampah akhir.
Sudah tak bisa lagi dikelola pabrik sampah organik menjadi pupuk dan pabrik sampah plastik menjadi furniture, sehingga pembakaran ini diklaim akan sangat efisien.
"Kita hitung dengan sistem ini di tahun kedua ada profit antara Rp200-300 juta yang kita dapatkan," ujarnya.
Ia mengatakan, jika berjalan dengan baik ekosistem insenerator ini juga bisa mengelola sampah dari luar daerah.
Apalagi kata dia sekitar tiga tahun sampah di TPA Passipo akan habis.
"Bisa (sampah) dari sengkang atau daerah lain, untuk memenuhi kebutuhan sampah ini," ujarnya.
Dray mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rancangan ini, dan telah diterima oleh pusat.
Sementara untuk pembanguan nya, kata Dray direncanakan tahun ini, dan diprediksi akan rampung di tahun 2027 atau dua tahun ke depan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.