Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Gerakan Masyarakat Sipil Sulsel, Mengenang Peran dan Warisan Mappinawang

Sosok Mappinawang merupakan figur yang sangat dekat dengan gerakan masyarakat sipil dan memiliki pengaruh besar dalam dinamika perjuangan sosial.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Renaldi Cahyadi
KENANG MAPPINAWANG - Suasana refleksi gerakan masyarakat Sulsel di Kompleks Maizonatte, Jl Melati IV no 6, Kota Makassar, Senin (19/5/2025). beberapa aktivitas, tokoh masyarakat dan pegiat HAM hadir dalam kegiatan ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik, Andi Yudha Yunus, menyampaikan refleksi mendalam dalam pertemuan aktivis masyarakat sipil Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengenang almarhum Mappinawang

Kegiatan itu berlangsung di Sao Marennu, Kompleks Maizonatte, Jl Melati IV, Kota Makassar, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, sosok Mappinawang merupakan figur yang sangat dekat dengan gerakan masyarakat sipil dan memiliki pengaruh besar dalam dinamika perjuangan sosial di wilayah ini.

"Ya, sebenarnya ini lebih banyak pada kita mengenang Mappinawang sebagai orang yang sangat dekat dengan kita. Banyak menginspirasi teman-teman, khususnya pada gerakan besar-besaran seperti ini," katanya.

Yudha juga mengaku, jika momentum ini tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga ajang refleksi dan kritik internal terhadap arah gerakan ke depan. 

Ia menyebut pentingnya peran aktivis masyarakat sipil agar tetap relevan dan diperhitungkan dalam membangun demokrasi yang sehat.

"Tempat ini juga menjadi ajang kritik secara interna bagaimana ke depan kita bersikap sesungguhnya sehingga keberadaan teman-teman sebagai aktivis masyarakat sipil itu masih bisa diperhitungkan, masih bisa berperanlah sesungguhnya," ungkapnya.

Baca juga: Budayawan Sulsel Alwy Rahman: Mappinawang Aktor Kosmopolit

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah di Bedah Buku Mengenang Mappinawang Santri Pejuang HAM dan Demokrasi

MAPPINAWANG - Buku terbaru mengenang dan memperingati 100 Hari wafatnya Mappinawang SH (2 Agustus 1963 - 28 Januari 2025). Sedikitnya 78 penulis itu, berlatar belakang; aktivis, akademisi, ulama, praktisi, jurnalis, politisi, birokrat, sahabat dan kerabat terlibat.
MAPPINAWANG - Buku terbaru mengenang dan memperingati 100 Hari wafatnya Mappinawang SH (2 Agustus 1963 - 28 Januari 2025). Sedikitnya 78 penulis itu, berlatar belakang; aktivis, akademisi, ulama, praktisi, jurnalis, politisi, birokrat, sahabat dan kerabat terlibat. (Ist)

Yudha juga menyoroti kondisi politik dan pemerintahan saat ini yang menurutnya masih dipenuhi persoalan dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat sipil. 

"Agenda-agenda seperti demokratisasi, masih maraknya masalah di sistem politik dan pemerintahan, itu penting untuk mendapat perhatian," ujarnya.

Mappinawang sendiri, kata Yudha, dikenal sebagai tokoh lintas isu yang tak hanya bergelut di bidang hukum melalui LBH, tetapi juga aktif dalam isu-isu hak asasi manusia, kelembagaan, hingga penguatan demokrasi.

"Dia lintas isu, bukan hanya karena dia orang LBH, tapi dia cerita banyak hal. Di samping isu hak asasi manusia, tentunya isu demokratisasi, kelembagaan, membangun institusi yang sehat dan seterusnya," kata dia.

Lanjut Yudha, ia berharap agar refleksi seperti ini menjadi pemantik untuk konsolidasi gerakan ke depan yang lebih spesifik dan strategis. 

"Kita sepakat bahwa ini sebagai pemicu, sebagai pemantik awal untuk bicara banyak hal. Kalau hari ini kita bicara masih lebih sifatnya global, mungkin ke depan lebih spesifik," jelasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved