Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengamat Ungkap Ekonomi Indonesia Berpotensi Terdongkrak Akibat Perang Dagang AS-China Mereda

Diketahui, Amerika Serikat menyepakati akan menurunkan tarif impor dari 145 persen menjadi 30 persen. 

Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Rudi Salam
PERANG DAGANG - Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar, Abdul Muttalib Hamid saat ditemui Tribun Timur di lantai 7 Menara Iqra Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Senin (21/4/2025). Muttalib menilai, meredanya perang dagang AS-China berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Abdul Muttalib menilai kesepakatan tarif terbaru Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berdampak bagi perekonomian Indonesia.

Diketahui, AS menyepakati akan menurunkan tarif impor dari 145 persen menjadi 30 persen. 

Sementara itu, Tiongkok memangkas tarif balasan dari 125 persen menjadi 10 persen.

“Di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif, kebijakan penyesuaian tarif impor antara Amerika Serikat dan China memberikan harapan baru bagi perekonomian Indonesia,” kata Muttalib, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (13/5/2025).

Muttalib menjelaskan, salah satu dampak paling signifikan dalam meredanya perang dagang AS-China adalah peningkatan daya saing produk lokal. 

Dengan berkurangnya tarif impor atas bahan baku dan barang modal dari AS dan China, kata dia, biaya produksi dalam negeri dapat ditekan. 

“Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku industri lokal untuk memperkuat posisinya, baik di pasar domestik maupun di kancah internasional,” jelasnya.

Selain itu, pelonggaran tarif ini dinilai turut memperluas akses pasar baru bagi produk ekspor Indonesia.

Pasar AS dan China yang sebelumnya relatif sulit ditembus akibat hambatan tarif, kini terbuka lebih lebar.

“Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan volume ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” kata Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar tersebut.

Muttalib menambahkan, dampak positif lainnya terlihat pada aspek stabilitas harga dan inflasi. 

Harga barang impor yang lebih rendah akan membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan bahan industri di dalam negeri.

Sekaligus menurunkan tekanan inflasi yang selama ini menjadi kekhawatiran utama dalam pengelolaan ekonomi makro.

Selain itu, kebijakan ini juga memberi sinyal kuat bagi investor. 

Peningkatan kepercayaan investor asing dan domestik diperkirakan akan terjadi, terutama pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur, energi, dan infrastruktur. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved