Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Pelayanan Haji 2025

Ketua Badan Penyelenggara Haji (BPH), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa kedua kelompok ini menjadi prioritas utama dalam layanan haji 2025.

Penulis: Mansur AM | Editor: Sudirman
Kemenag
HAJI - Kepala Badan Penyelenggara Haji, Mochammad Irfan Yusuf. Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa lansia menjadi prioritas utama dalam layanan haji 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Ketua Badan Penyelenggara Haji (BPH), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa kedua kelompok ini menjadi prioritas utama dalam layanan haji 2025.

"Mayoritas lansia adalah perempuan, dan mereka akan mendapatkan pendampingan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), khususnya yang bertugas di bidang pelayanan lansia," ujar Irfan yang akrab disapa Gus Irfan dalam sambutan penutupan Orientasi dan Pembekalan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Selasa (6/5/2025).

Langkah ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Komnas Disabilitas Nasional, Dante Rigmalia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan BPH atas kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk turut berkontribusi sebagai petugas haji.

"Kami bangga bisa terlibat aktif dalam penyelenggaraan haji. Ini bentuk kepercayaan luar biasa kepada komunitas disabilitas," ucap Dante.

Tiga Pilar Pelayanan Petugas Haji

Gus Irfan juga menekankan pentingnya komitmen petugas haji dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.

Ia menyampaikan bahwa pembekalan yang berlangsung selama tiga hari menjadi bekal penting bagi PPIH saat bertugas di Arab Saudi.

Jika menghadapi situasi tak terduga yang tidak dibahas dalam pelatihan, petugas diharapkan mampu bersikap inisiatif dan mencari solusi secara bijaksana.

“Yang utama adalah tetap mengutamakan pelayanan terbaik,” katanya.

Ia merinci tiga prinsip yang harus dijunjung oleh para petugas.

Yaitu integritas dan profesionalitas, etugas harus bekerja dengan komitmen dan etika yang tinggi.

Koordinasi dan kerja tim, PPIH dari berbagai bidang harus bersinergi tanpa ada persaingan tidak sehat.

Adaptif dan responsif yaitu tanggap terhadap kebutuhan jemaah serta sigap dalam menyelesaikan permasalahan.

Gus Irfan juga mengingatkan bahwa tugas utama petugas adalah melayani, bukan menunaikan ibadah haji.

"Kalau ada kesempatan berhaji, itu bonus. Tapi kalau harus memilih, maka pelayanan kepada jemaah adalah yang utama. Insya Allah, pahalanya setara dengan berhaji," ujarnya.

Sementara Direktur Bina Haji Kementerian Agama RI, Musta’in Ahmad, menyampaikan bahwa total 535 petugas telah mengikuti pembekalan dan akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap.

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved