Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SUS Environment Produksi Listrik Lebih Hemat dan Efisien, Begini Pola Kerjanya

Shanghai SUS Environment Co Ltd hadirkan teknologi PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) berbahan bakar sampah yang efisien.

Tayang:
DOK PRIBADI
BERBAGI SEMBAKO - Kegiatan berbagi sembako oleh Konsorsium SUS Indonesia Holding Limited - Shanghai SUS Environment Co., Ltd. - PT Grand Puri Indonesia belum lama ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Shanghai SUS Environment Co Ltd hadirkan teknologi PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) berbahan bakar sampah yang efisien.

PSEL yang rencananya mulai beroperasi pada 2027 mendatang ini menggunakan teknologi insinerasi (pembakaran).

Pengelolaan sampah menjadi energi listrik setelah pembangunan infrastruktur dan teknologinya disiapkan, akan melalui beberapa tahapan.

Tahapan awal ini menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi beracun.

Ahli Geologi Nadjamuddin menyebut teknologi ini bisa diterapkan secara baik pada pembangunan PSEL di Makassar, maka teknologi PSEL secara signifikan akan mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir pada penggunaan teknologi insinerasi.

"Selain teknologi pembakaran langsung, pemanfaatan gas metana dihasilkan di TPA (landfill gas utilization) juga merupakan cara efisien untuk menghasilkan energi listrik," ujarnya, seperti rilis diterima tribun.timur.com, Senin (5/5/2025).

Di sisi lain, berbagai sumber mengungkapkan, jika ada beberapa manfaat lain dari PSEL.

Pembangunan dinilai langkah penting dalam transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Selain itu, proses PSEL yang efisien membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan penimbunan sampah di TPA.

"Tapi memang biaya pembangunan infrastruktur PSEL nilainya sangat besar. Selain itu, efisiensi PSEL sangat bergantung pada kualitas dan homogenitas sampah yang diolah," ujarnya.

Diketahui, Shanghai SUS Environment Co., Ltd telah menjalankan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik/PSEL (Waste-to-Energy) pasca menandatangani perjanjian kerja sama  dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada akhir tahun 2024 lalu.

Proyek investasi ini bernilai USD 200 juta.

Diketahui, proyek PSEL di Malassar merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dan diatur secara tegas melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

SUS Environment melansir kalau proyek konversi sampah menjadi energi listrik yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, memiliki skala konstruksi 1.300 ton per hari dan dilengkapi dengan 2 jalur insinerasi berkapasitas 650 ton/hari dan 1 turbin dan generator berkapasitas 35MW. 

Proyek ini diharapkan mulai dibangun pada tahun 2025, dengan jadwal operasi dimulai pada akhir tahun 2027. Proyek ini akan mengatasi tantangan pengelolaan sampah Indonesia yang mendesak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved