Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

100 Ton Sampah Menumpuk di Kawasan Kumuh Bajoe Bone, Kades Sebut Warga Terbiasa

Kawasan kumuh di Bajoe, Bone, menyimpan 100 ton sampah yang mencemari lingkungan. Pemerintah diminta segera mengambil tindakan untuk penanganan.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Wahdaniar
 SAMPAH – Potret sampah yang mengapung di kawasan kumuh Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur (4/5/2025). Diperkirakan lebih dari 100 ton sampah mengendap di kawasan ini dan butuh perhatian pemerintah. 

Laporan menunjukkan angka putus sekolah dan pernikahan dini di kawasan tersebut cukup tinggi. 

Diharapkan, pendidikan yang lebih baik dapat meningkatkan kesadaran lingkungan.

"Yang paling penting sebenarnya adalah perubahan pola pikir masyarakat. Kita lihat, banyak sampah menumpuk di bawah rumah," tambahnya.

Dray juga mempertimbangkan pembangunan insenerator untuk pembakaran sampah di kawasan ini.

"Selama ini, masalah utama adalah penambahan sampah, jadi kita harus fokus bagaimana mengurangi sampahnya," jelasnya.

Selain itu, Dray mengingatkan ancaman sampah plastik di lautan.

Sampah plastik menutupi biota pesisir seperti karang yang menjadi habitat ikan kecil. 

Jika ikan kecil hilang, rantai makanan di lautan terganggu, yang berdampak pada ikan besar.

"Karena rantai pasokan makanan hilang, ikan kecil yang hidup di sekitar pesisir akan berkurang," tandasnya.

Dray berharap masyarakat semakin sadar akan ancaman sampah plastik terhadap kelestarian lautan.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved