Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

100 Ton Sampah Menumpuk di Kawasan Kumuh Bajoe Bone, Kades Sebut Warga Terbiasa

Kawasan kumuh di Bajoe, Bone, menyimpan 100 ton sampah yang mencemari lingkungan. Pemerintah diminta segera mengambil tindakan untuk penanganan.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Wahdaniar
 SAMPAH – Potret sampah yang mengapung di kawasan kumuh Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur (4/5/2025). Diperkirakan lebih dari 100 ton sampah mengendap di kawasan ini dan butuh perhatian pemerintah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Kawasan kumuh atau slum area di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dapat ditemukan di sepanjang pesisir Bajoe.

Berdasarkan data dihimpun, di Kampung Bajo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, terdapat sekitar 4 km persegi kawasan kumuh yang membentang.

Kawasan terbentuk di atas rawa-rawa ini berkontribusi besar terhadap peningkatan sampah di pesisir Bajoe.

Setiap hari, penduduk membuang sampah sembarangan.

Bahkan banyak masih membuang sampah langsung ke lautan.

Di area kumuh tersebut, sampah bercampur dengan air rawa yang menghitam dan menumpuk di kolong-kolong rumah panggung warga. 

Saat air pasang, sampah terbawa air mengalir ke lautan, menambah volume sampah yang ada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, saat dikonfirmasi, Minggu (4/5/2025), memperkirakan kawasan ini menyimpan lebih dari 100 ton sampah yang memerlukan penanganan khusus dan komprehensif.

"Saya kira kalau kita estimasi, ini lebih dari 100 ton, karena yang terlihat saja segini, belum yang ada di bawah," jelasnya.

Dray menambahkan, masalah sampah ini berkaitan erat dengan pola pikir masyarakat. 

Banyak sudah terbiasa hidup di lingkungan kumuh, sehingga terjadi pembiaran.

Kebiasaan ini, kata Dray, seperti pemulung yang tinggal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sudah terbiasa dengan sampah, sehingga tidak lagi peduli dengan kebersihan lingkungan.

Bahkan, masih banyak warga yang membuang kotorannya langsung ke kolong rumah, alih-alih mengalirkannya ke septik tank.

"Nah ini yang ingin kita ubah. Kita tidak bisa selesaikan masalah pembangunan dan kesehatan jika masalah ini tidak ditangani," tegasnya.

Ia mengatakan, pemerintah berencana menghadirkan solusi seperti sekolah rakyat untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di Bajoe

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved