Hari Buruh 2025
31 Poin Tuntutan Disuarakan Konfederasi Serikat Nusantara dalam Aksi Hari Buruh di Makassar
Aksi Hari Buruh 2025 dipusatkan di bawah Fly Over perempatan Jl AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menyuarakan puluhan tuntutan di momen Hari Buruh Sedunia (May Day) kali ini, Kamis (1/5/2025).
Aksi Hari Buruh 2025 dipusatkan di bawah Fly Over perempatan Jl AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Total ada 31 poin tuntutan yang disuarakan dalam lembaran pernyataan sikap yang dibagikan ke pengendara dan wartawan.
31 poin tuntutan itu dibagi dalam lima sektor yang meliputi, sektor ketenagakerjaan, sektor pertanian dan nelayan, sektor lingkungan dan masyarakat adat, sektor mahasiswa pemuda dan perempuan, kemudian sektor penegakan hukum dan demokrasi.
A. SEKTOR KETENAGAKERJAAN:
1. Segera buat Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mencerminkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Wujudkan perlindungan kerja, tolak PHK massal.
3. Wujudkan kepastian kerja, tolak sistem kerja kontrak/outsourcing.
4. Wujudkan upah nasional tanpa membeda-bedakan wilayah, tolak politik upah murah.
5. Wujudkan perlindungan pekerja migran dan tegakkan UU No. 18 tentang Perlindungan Buruh Migran.
6. Perhatikan lebih pekerja disabilitas, hentikan diskriminasi.
7. Pemerataan perlindungan sosial baik sektor formal maupun informal.
8. Perlindungan untuk pekerja gig ekonomi (driver online), tanpa diskriminasi.
9. Wujudkan kebebasan berserikat, tolak dan hentikan union busting.
10. Tangkap dan adili pihak yang tidak melaksanakan penetapan upah 2025 (UMP/UMK/UMPS).
11. Segera angkat status honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
B. SEKTOR PETANI DAN NELAYAN:
1. Wujudkan reforma agraria sejati sesuai amanat UUD 1945 dan UUPA 1960, melalui redistribusi tanah kepada buruh tani.
2. Usut tuntas mafia tanah dan hentikan segala kejahatan yang menghambat reforma agraria, termasuk cabut regulasi anti petani seperti UU Cipta Kerja.
3. Evaluasi kebijakan seperti bank tanah, food estate, PSN, IKN, KEK, KSPN, HPL, forest amnesty, KHDPK, dan lainnya.
4. Hukum berat praktik mafia impor pangan yang merusak sektor produksi petani.
5. Lindungi wilayah pesisir, pulau kecil, dan wilayah tangkap nelayan dari ancaman investasi besar yang merusak lingkungan.
6. Cabut PP No. 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan.
C. SEKTOR LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT ADAT:
1. Tindak Tegas terhadap pelanggaran dan perusakan lingkungan.
2. Pemenuhan Hak-hak Masyarakat atas Lingkungan Hidup.
3. Pembentukan Pengadilan Lingkungan.
4. Mendesak DPR RI dan Presiden untuk segera mengesahkan Undang-undang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (UU Masyarakat Adat).
D. SEKTOR MAHASISWA, PEMUDA, DAN PEREMPUAN:
1. Wujudkan Pendidikan Gratis, Demokratis, dan Berbasis Ilmiah yang Merata.
2. Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Intervensi dari pihak manapun.
3. Pastikan Pemuda-Pemudi Indonesia dapat Pekerjaan yang Layak bagi Kemanusiaan.
4. Hentikan dan Pastikan Tidak Ada Lagi Diskriminasi Gender di Indonesia Berikan Upah Layak dan Setara serta Perlindungan Khusus bagi Pekerja/Buruh Perempuan.
E. SEKTOR PENEGAKAN HUKUM DAN DEMOKRASI:
1. Sejahterakan Penegak Hukum dan segera tangkap mafia peradilan (oknum Polisi, oknum Kejaksaan, oknum Pengadilan, oknum Pengacara).
2. Tangkap dan Adili pelaku kejahatan, seperti pagar laut, mafia migas, mafia sembako. dll.
3. Hentikan RUU Kepolisian yang sedang berlangsung di DPR RI.
4. Evaluasi UU TNI tahun 2025 dan jika terbukti tidak konstitusional oleh Mahkamah
5. Konstitusi segera dibatalkan/dicabut. Jalankan demokrasi berdasarkan konstitusi dan hentikan pihak manapun untuk menodai dan merusak tatanan demokrasi di Indonesia sebagai perwujudan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.
6. Usut Tuntas Mafia Kesehatan.
Diberitakan sebelumnya, kelompok buruh memadati kawasan Fly Over, perempatan Jl AP Petta Rani-Jl Urip Sumoharjo-Tol Reformasi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Kamis (1/5/2024) siang dalam rangka memperingati Hari Buruh 2025.
Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, massa aksi berasal dari Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) yang dipimpin Mukhtar Guntur Kilat.
Mereka silih berganti berorasi menyuarakan perjuangan buruh pada May Day kali ini.
Orasi disuarakan lantang dari atas truk kontainer.
Selain itu, massa aksi juga membentangkan spanduk yang menutupi badan jalan.
Hanya sebaris mobil dan motor yang diperbolehkan melintas.
"Hari ini kami mengusung tema perjuangan 'Indonesia Darurat: Rakyat Pekerja Bergerak Hancurkan Oligarki Ekonomi Politik Kapitalisme'," kata Mukhtar Guntur dari atas truk kontainer.
Aksi KSN ini dikawal polisi berseragam lengkap dan berseragam sipil.
Total ada 1.300 personel yang dilibatkan untuk mengawal unjuk rasa buruh di kawasan Fly Over, termasuk DPRD Sulsel yang jaraknya hanya sekitar 100-an meter.(*)
Tanam Pohon hingga Bersih-bersih ,Cara BTIIG dan Buruh Peringati May Day |
![]() |
---|
4 Tuntutan Buruh Luwu Raya Saat Demo May Day 2025, PT BMS Beri Respon |
![]() |
---|
Disnakertrans Sulsel Catat 126 Orang Kena PHK Selama 2024 |
![]() |
---|
Mahasiswa Demo Hari Buruh di Makassar: Lawan Militerisme, Hancurkan Kapitalisme! |
![]() |
---|
May Day di Tengah Ancaman PHK, 1.320 Buruh Sulsel Kehilangan Pekerjaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.