Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Fadila Nuraisyah Kader PMII Lulusan Termuda Pascasarjana UGM, Gelar Magister Usia 22 Tahun

Siti Fadila Nuraisyah mampu menyelesaikan pascasarjana UGM saat berusia 22 tahun 7 bulan 21 hari. 

Editor: Sudirman
UGM
UGM - Siti Fadila Nuraisyah . Siti Fadila Nuraisyah merupakan lulusan termuda Pascasarjana UGM. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Siti Fadila Nuraisyah lulusan termuda Magister (S2) Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Siti Fadila Nuraisyah menyandang gelar magister saat usia 22 tahun 7 bulan 21 hari. 

Total ada 1.455 mahasiswa Pascasarjana mengikuti wisuda Program Pascasarjana UGM pada 23 April 2025.

Ia juga dikenal salah satu mahasiswa cerdas di kampus.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77, dan mendapat predikat cumlaude.

Baca juga: Siapa Prof EM? Guru Besar Farmasi UGM Dipecat Usai Lecehkan Mahasiswinya, Kasusnya Bergulir 2023

Fadila hanya membutuhkan waktu lima tahun menyelesaikan pendidikan S1 dan S2.

Studi S1 di program studi Manajemen Sumber Daya Akuatik berhasil diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun 9 bulan.

Sementara studi S2 Siti hanya membutuhkan waktu 1 tahun 5 bulan 16 hari.

Fadila mampu menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 sekitar 5 tahun karena mengikuti program fast track.

Program fast track adalah program khusus mahasiswa berprestasi untuk langsung melanjutkan studi magister tanpa menyelesaikan tahap akhir jenjang sarjana.

Fadila mengaku mengikuti program S2 saat menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswi S1.

Tak mudah bagi Fadila membagi waktu antara kuliah S1 dan S2.

"Tantangannya tentu besar, terutama soal manajemen waktu, tapi saya bersyukur bisa melaluinya dengan baik,” ujarnya.

Beruntung bagi Fadila, ia mendapat dukungan dari keluarga besarnya yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Nenek dan ibunya adalah seorang guru, yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang sangat menghargai proses belajar. 

"Orang tua saya selalu berkata, ‘Pendidikan anak-anaknya harus lebih tinggi dari orang tuanya, dan selama ada kesempatan baik, jangan pernah disia-siakan,’” ungkapnya.

Meski padat aktivitas, Fadila tetap menjaga keseimbangan hidup.

Ia mengaku penting untuk menjaga kesehatan mental agar tetap produktif.

“Saya meluangkan waktu untuk healing, seperti beli makanan kesukaan, nonton film, atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Bagi saya, menjaga semangat dan menghindari kejenuhan sangat penting untuk tetap optimal,” ujarnya.

Fadila juga mengaku mengikuti beberapa organisasi mahasiswa.

Seperti Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Nganjuk di Yogyakarta.

Ia juga pernah terlibat dalam kepanitiaan Pemilu Raya Faperta UGM 2021 dan Estuari 2021.

Selama dalam penyusunan tesisnya, Fadila meneliti soal kontaminasi mikroplastik pada ikan komersial di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang.

Penelitiannya fokus pada tiga spesies ikan, yaitu Decapterus sp., Priacanthus tayenus, dan Nemipterus sp., dengan pengamatan pada insang, saluran pencernaan, dan daging.

Hasilnya menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik pada ketiga spesies, dengan bentuk yang paling umum adalah fiber berwarna hitam berukuran 50–500 mikrometer, yang sebagian besar merupakan jenis polimer HDPE dan PET.

Sebagiana rtikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sosok Siti Fadila Mahasiswi UGM Jadi Wisudawan Termuda Program S2, Lulus Cumlaude di Usia 22 Tahun

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved