Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Andi Asman Larang Kades Layani Media? Pj Sekda Bone Pasang Badan: Keliru, Itu untuk Oknum

Pj Sekda Bone klarifikasi ucapan Bupati Bone soal media. Larangan ke kades bukan ditujukan ke semua media, tapi ke oknum abal-abal..

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Wahdaniar
BUPATI BONE- Potret ratusan Kepada Desa dikumpulkan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman di Lapangan Tenis Rujab Bupati (23/4/2025). Pj Sekda Andi Sahar mengaku pernyataan Bupati Bone ditujukan kepada oknum abal-abal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Pj Sekda Bone, Andi Saharuddin pasang badan perihal viralnya pernyataan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman terkait dengan larangan Kepala Desa (Kades) tak layani media. 

Andi Saharuddin mengaku pernyataan dari Bupati Bone keliru. 

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh media, akan tetapi menjurus ke oknum abal-abal. 

"Saya sudah baca beritanya, dan saya juga sudah chat-chat tadi sama Pak Bupati (Andi Asman) meluruskan sedikit pada dasarnya Pak Bupati itu menganggap media merupakan mitra strategis pemerintah," ujarnya kepada tribun-timur.com, via telfon whatsapp Rabu (23/4/2025) malam. 

Andi Sahar mengaku pernyataan Bupati tersebut ditujukan kepada oknum media abal-abal. 

"Tapi kenapa disampaikan begitu maksudnya itu menegaskan saja agar kepala desa itu tidak langsung memberikan keterangan kepada oknum wartawan abal-abal,"akuinya. 

"Kan selama ini banyak kasus mohon maaf banyak yang mengaku sebagai insan pers untuk meminta-minta ke kades. Jadi beliau itu menjaga nama baik insan pers agar tidak ada oknum yang mengaku sebagai sebagai pers melakukan hal itu," tandasnya. 

Sebelumnya, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, meminta seluruh kepala desa di wilayahnya untuk tidak memberikan keterangan kepada media tanpa persetujuan darinya.

Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan bersama para kepala desa di Lapangan Tenis, Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (23/4/2025).

"Untuk kepala desa, jika ada media yang ingin konfirmasi, kalian jangan dulu memberikan informasi jika belum ada persetujuan dari saya," ujar Andi Asman di hadapan para peserta.

Ia menegaskan bahwa klarifikasi atau pernyataan kepada media hanya boleh disampaikan jika media tersebut telah mendapatkan rekomendasi langsung dari dirinya.

"Apalagi kalau berkaitan dengan administrasi, jangan diberikan dulu informasinya sebelum ada rekomendasi dari saya," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Asman juga mengimbau para kepala desa untuk lebih aktif bekerja di lapangan dibandingkan hanya berada di kantor.

"Kepala desa itu sebaiknya 70 persen waktunya di lapangan dan hanya 30 persen di kantor. Kita ingin desa betul-betul aktif dan hadir di tengah masyarakat," harapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembagian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dilakukan merupakan bentuk apresiasi bagi para kepala desa yang aktif mengikuti pertemuan-pertemuan di Rumah Jabatan.

"Saya minta kepada seluruh kepala desa agar turut mengawal berbagai program strategis ke depan, seperti Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis," pungkasnya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved