Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siap-siap! Remaja Nakal dan Pembangkang Bakal Dididik Militer oleh TNI, Usulan Dedi Mulyadi

Dalam langkah konkret yang ia rancang, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi, mengusulkan sebuah program pembinaan khusus.

Editor: Ansar
TribunJabar
DIDIK MILITER - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyalami satu persatu pegawai Pemda Provinsi Jawa Barat saat Halalbihalal Idul Fitri 1446 H di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/4/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Siap-siap, remaja nakal dan pembangkang bakal dididik oleh TNI.

Hal tersebut adalah rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kembali melontarkan gagasan inovatif dalam menangani permasalahan sosial di wilayahnya. 

Kali ini, perhatian Dedi tertuju pada remaja-remaja yang sering terlibat dalam perilaku negatif seperti mabuk-mabukan, tawuran, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.

Dalam langkah konkret yang ia rancang, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi, mengusulkan sebuah program pembinaan khusus.

Program ini dirancang untuk membawa remaja bermasalah ke kompleks militer, di mana mereka akan menjalani pelatihan intensif selama enam bulan.

“Saya nanti akan MoU dengan Mabes TNI Angkatan Darat, ini bakal jadi program di Jabar,” ujar Dedi Mulyadi saat berbicara dalam sebuah acara yang dihadiri oleh masyarakat di Garut, Jawa Barat. Ucapan tersebut dikutip dari kanal Youtube Lembur Pakuan pada Minggu (20/4/2025).

Menurut Dedi, program ini akan mengadopsi pendekatan yang telah diterapkan di Tiongkok.

 Ia menjelaskan bahwa orang tua yang merasa tidak mampu lagi mengendalikan perilaku anak mereka dapat meminta bantuan langsung kepada pihak tentara.

"Kalau ada anak nakal, males terus, minum terus, tawuran terus, orang tuanya telepon tentara, tentaranya datang," jelasnya.

Ia menggambarkan proses yang akan dilalui oleh para remaja tersebut. 

Mereka akan dibawa ke kompleks militer dan mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membentuk karakter, seperti mencangkul, membawa beban berat, dan latihan baris-berbaris.

“Dibawa itu anak, dimasukkan ke komplek militer, biar nyangkul, mikul, dilatih baris, nangis itu anak sadar diri minta maaf ke ayah ibunya, enam bulan dikembalikan lagi,” sambungnya.

Meski demikian, Dedi belum memberikan kepastian kapan program ini akan resmi dimulai. Namun, ia memastikan bahwa dirinya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk bekerja sama dengan TNI demi merealisasikan gagasan ini.

“Program ini akan saya laksanakan di Jawa Barat,” tegas Dedi, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved