Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPR RI

Diungkap Andi Iwan, Presiden Prabowo Bakal Terbitkan Inpres Perbaikan Jalan dan Irigasi Demi Pangan

Pimpinan komisi V DPR RI bertamu ke Presiden Prabowo Subianto bahas program Asta Cita Prabowo, khususnya di bidang infrastruktur.

|
Editor: Muh Hasim Arfah
Sekretariat Presiden
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan pimpinan Komisi V DPR RI di Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis (17/4/2025). Pertemuan membahas sektor infrastruktur untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA -- Pimpinan komisi V DPR RI bertamu ke Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis (17/4/2025).

Hadir Ketua Komisi Lasarus, Wakil Ketua Komisi Andi Iwan Darmawan Aras, Ridwan Bae, Roberth Rouw, dan Syaiful Huda.

Prabowo didampingi Ketua Harian DPP Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Dalam foto, Sufmi Dasco berdiri tepat di sebelah kiri Prabowo.

Andi Iwan berdiri tepat di sebelah kanan Prabowo.

Komisi V DPR RI menyampaikan dukungan terhadap program Asta Cita Prabowo, khususnya di bidang infrastruktur.

"Hari ini kita diundang Bapak Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan. Kita meminta arahan Bapak Presiden apa saja yang perlu kami kawal di bidang infrastruktur dalam mewujudkan program Asta Cita pemerintah," kata Andi Iwan saat dihubungi wartawan seusai pertemuan.

Prabowo akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) jalan dan irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan.

Perbaikan jalan, pemeliharan jalan, dan pembangunan irigasi dibutuhkan dalam rangka ketahanan pangan nasional.

"Pada prinsipnya Komisi V siap mendukung infrastruktur jalan dan pembangunan irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan," kata Andi Iwan.

"Kadang jalan dan saluran irigasi jika tidak memadai menyulitkan para petani, misalnya harga gabah dan produksi bisa turun. Ini jadi perhatian Bapak Presiden," kata Andi Iwan.

Bendungan turut jadi pembahasan. Ada sejumlah bendungan yang telah dibangun namun belum dilengkapi irigasi primer maupun sekunder.

Prabowo meminta dukungan Komisi V DPR RI mengawal penyelesaian sistem irigasi.

Kehadiran iringasi diharapkan memperkuat ketahanan pangan.

Begitupun irigasi untuk sawah tadah hujan dengan pola irigasi sederhana yang dapat dikerjakan langsung oleh masyarakat.

Irigasi Sulsel Rusak Berat 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ( Pemprov Sulsel ) bakal mengusulkan perbaikan irigasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dalam data, luas daerah irigasi kewenangan Pemprov Sulsel seluas 58.858 hektare.

Dari luas tersebut, 19.411 hektare area terdampak jaringan irigasi rusak ringan hingga sedang.

Sementara 22.254 hektare area terdampak jaringan irigasi rusak berat.

Sehingga totalnya adalah 41.665 hektare rusak. 

Sisanya masih dalam kondisi baik untuk area seluas 17.193 hektare.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku akan mengusulkan perbaikan daerah irigasi.

"Ini kita mau masuk di Sipuri sudah ada anggaran di kementerian PU, kita akan input disana nanti yang sudah terverifikasi dengan baik sudah ada anggaran untuk Sulsel juga," kata Andi Sudirman usai Rapat Swasembada Pangan di Rujab Gubernur Sulsel pada Kamis (17/4/2025).

Nantinya pemerintah Kabupaten/kota juga akan mengusulkan perbaikan daerah irigasi sesuai kewenangannya.

Sebelumnya, tercatat ada juga daerah irigasi kewenangan pemerintah pusat yang kondisinya rusak.

Diketahui ada 242.934 hektare luas daerah irigasi di Sulsel yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Dari jumlah tersebut, seluas 49.110 hektare area terdampak kondisi jaringan irigasi yang rusak ringan atau sedang.

Sementara 32.679 hektare area terdampak kondisi jaringan irigasi rusak berat.

Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian, Kemeneterian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alamsyah mendorong perbaikan jaringan irigasi di Sulsel.

"Kami mengidentifikasi irigasi premier, tersier maupun sekunder di Sulsel yang mengalami kerusakan baik sedang maupun parah untuk segera kita rehabilitasi. Jadi melalui anggaran dari direktorat jenderal kementerian PU," kata Andi Nur Alamsyah 

Dengan perbaikan jaringan irigasi maka diprediksi mempengaruhi produksi pertanian.

Indeks Pertanaman atau rata-rata masa tanam dan panen bisa meningkat drastis.

hasil panen padi se-Sulsel pada Januari lalu mencapai 58.918 ton Gabah Kering Giling (GKG). 

Kemudian naik menjadi 104.117 ton GKG di Februari, selanjutnya meningkat tajam 723.667 ton pada Maret lalu.

Artinya di triwulan 1, produksi GKG Sulsel mencapai 886.702 ton GKG.

Dalam data Dinas TPH-Bun Sulsel, Kabupaten Bone menjadi daerah dengan produksi tertinggi mencapai 174.394 ton GKG.

Berikutnya ada Kabupaten Wajo dengan produksi mencapai 161.850 ton GKG.

Peringkat ketiga ada Sidrap dengan produksi 136.469 ton GKG.(Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz/ari maryadi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved