Banjir Luwu
Gabah Siap Jual Terendam Banjir, Warga Lindajang Suli Barat Merugi
Banjir di Suli dan Suli Barat rendam rumah hingga gabah siap jual. Warga merugi, minta bantuan cepat dari pemerintah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Banjir yang melanda Kecamatan Suli dan Suli Barat tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian material.
Salah satunya dialami Haedar (65), warga Kelurahan Lindajang, Kecamatan Suli Barat, yang kehilangan hasil panen gabahnya akibat terendam banjir.
“Tadi malam air datang tiba-tiba, sekitar jam 10 malam. Saya langsung lari mengungsi bersama keluarga ke rumah tetangga yang dua lantai,” cerita Haedar, Senin pagi (14/4/2025), saat ditemui di lokasi pengungsian sementara.
Dengan suara bergetar, Haedar mengaku sempat trauma karena teringat banjir sebelumnya yang juga menerjang tempat tinggalnya.
Ia tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Air merendam kasur, sofa, karpet, serta tiga karung gabah yang baru sehari sebelumnya diangkut dari sawah.
“Gabahku ada tiga karung, terendam semua. Itu belum masuk pabrik, masih gabah mentah. Satu karung itu lebih dari 100 kilogram. Sekarang sudah kotor semua karena lumpur,” ungkapnya.
Gabah itu rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Haedar berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, terutama yang kehilangan sumber penghidupan.
“Harapan kami supaya pemerintah bisa cepat membantu kami ini yang terdampak,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai sejak Minggu (13/4/2025) petang hingga malam hari.
Air sungai meluap dan merendam sedikitnya delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Suli dan Suli Barat, dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 1,5 meter.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Luwu, Karyadi, menyebut banjir mengganggu mobilitas warga serta merendam sekitar 800 rumah, lahan pertanian, fasilitas umum, dan jalan poros provinsi.
Sejumlah warga, seperti di Kelurahan Murante, juga terpaksa mengungsi karena air terus naik.
Meski sebagian besar air sudah mulai surut, genangan masih tersisa di beberapa titik.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, PMI, dan relawan masih terus melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet |
|
|---|
| Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
| Banjir Rendam 55 Rumah Warga di Walenrang Timur Luwu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BANJIR-LUWU-Haedar-65-warga-Lindajang-Suli-Barat-kehilangan-gabah.jpg)