Program LP3KD Sulsel
6 Fokus Program LP3KD Sulsel Jelang Pesparani Nasional 2026
pihkanya memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pengembangan pesta paduan suara gerejani Katolik di Sulawesi Selatan
TRIBUN-TIMUR.COM - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Selatan fokus menggodok enam program jelang Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Nasional 2026.
Pertama, mendorong pembentukan LP3KD di seluruh kabupaten dan kota.
Ketua Umum LP3KD Sulsel Stepanus Swardi Hiong, saat bertandang ke TribunTimur, Selasa (25/3/2025) mengatakan pihkanya memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pengembangan pesta paduan suara gerejani Katolik di Sulawesi Selatan. Makanya dibutuhkan kerja sama lintas sektoral, termasuk pembentukan LP3KD di tingkat kabupaten dan kota.
"Saat ini, LP3KD baru terbentuk di tujuh kabupaten dan satu kota, yaitu Makassar, Toraja, Tana Toraja, Luwu Utara, Palopo, Maros, dan Luwu, serta di tingkat provinsi. Sementara itu, lima daerah lain masih dalam proses pembentukan, yaitu Parepare, Gowa, Bantaeng, Luwu Timur, dan Pinrang," kata Stepanus di hadapan Wapremred Tribun Timur, Ronald Ngantung.
Kedua, tentang penggalangan dana untuk mendukung operasional organisasi serta penyelenggaraan Pesparani tingkat provinsi dan nasional nantinya.
Menurut Stepanus, LP3KD Sulsel telah melakukan tiga kali rapat koordinasi guna menyamakan persepsi terkait persiapan Pesparani Nasional 2026.
Ketiga, pihkanya juga berupaya mencari dukungan dana dari pemerintah daerah, donatur, serta sponsor untuk Pesparani Nasional.
"Sebelum Pesparani Nasional, kami akan mengadakan seleksi tingkat provinsi untuk memilih peserta yang akan mewakili Sulsel di tingkat nasional," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Stepanus juga mengungkapkan bahwa sejak LP3KD Sulsel terbentuk pada 2018, belum ada bantuan dana operasional maupun hibah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Satu-satunya bantuan yang kami terima berasal dari Pembimas Katolik Kementerian Agama Sulsel, tetapi jumlahnya masih sangat minim. Kami berharap pada 2026, Pemprov Sulsel dapat memberikan dana hibah untuk mendukung kegiatan LP3KD," tuturnya.
Sebagai perbandingan, LP3KD Kota Makassar pernah menerima bantuan dana hibah sebesar Rp 300 juta untuk Pesparani Katolik I pada 2022 dan Rp150 juta untuk Pesparani Katolik II pada 2023.
LP3KD Sulsel berharap media, khususnya Tribun Timur, dapat menjadi jembatan komunikasi antara gereja dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas iman umat Katolik serta mendukung moderasi beragama di Indonesia.
"Kami berharap Tribun Timur dapat mendorong semakin banyak kegiatan inkulturatif yang mengangkat budaya dan seni musik liturgi sebagai bagian dari pelestarian budaya nasional," pungkas Stepanus.
Program keempat tak kalah pentingnya yakni persiapan Pesparani Katolik Provinsi Sulsel pada Juni 2025. Baik persiapan teknis maupun persiapan mental.
Kelima, pihaknya fokus pada penguatan kelembagaan termasuk peningkatan SDM dan mekanisme organisasi.
Terakhir, seminar dan workshop musik liturgi Katolik. (*)
Laporan Wartawan Magang, Aliyah
| 4 Bulan Pascainsiden Insiden ATR-42 500, Pangkep Jadi Pusat Diklat SAR Regional |
|
|---|
| Jamaah Haji Khusus Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Masa Ibadah Lebih Singkat |
|
|---|
| Kemenhaj Makassar Permudah Pendaftaran Haji Lewat Sistem One Stop Service, Gandeng 11 Bank |
|
|---|
| 2 Jamaah Difabel Asal Sinjai Berangkat Haji, Dapat Pendampingan Khusus |
|
|---|
| Reaksi Andi Amran Sulaiman Usai Terpilih Lagi Ketua Umum PP IKA Unhas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-Umum-LP3KD-Sulsel-Stepanus-Swardi-Hiong-berserta-jajarannya-berkunjung-ke-Tribun-Timur.jpg)