Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Antara Lebaran, Silaturahmi dan Konsumerisme

Seperti menjalin silaturahmi, berbagi makan dan minum untuk orang berbuka, hingga mengadakan buka puasa bersama.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
Andi Yahyatullah Muzakkir
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice dan Mimbar Sastra Makassar 

Oleh Andi Yahyatullah Muzakkir
(Founder Anak Makassar Voice dan Mimbar Sastra Makassar)

 


TRIBUN-TIMUR.COM - Bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah ini hampir usai. Selama sebulan ini kita melihat kebiasaan-kebiasaan yang membentuk kedisiplinan bagi orang-orang yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Seperti menjalin silaturahmi, berbagi makan dan minum untuk orang berbuka, hingga mengadakan buka puasa bersama.

Dalam artian umum kepekaan sosial, kepedulian antar sesama pasti selalu terbangun secara baik pada bulan suci Ramadhan. 

Ini menandakan bahwa bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang sangat istimewa sebab selalu menghadirkan kebaikan.

Hal mana, di dalam bulan Ramadhan juga ada malam penting sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an. 

Dengan pengetahuan dan keyakinan ini, membentuk kesadaran dan cara pandang kita sebagai umat muslim dalam memperlakukan bulan suci Ramadhan lalu membentuk kebiasaan-kebiasaan baik yang jarang kita temui pasca bulan Ramadhan. Dan ini dialami dan dirasakan oleh seluruh umat muslim di dunia. Ini juga menimbulkan sebuah kesyukuran teologis pada diri kita atas kesempatan yang masih bisa kita rasakan setiap tahunnya.

Sekaligus fenomena sosial dan kebiasaan-kebiasaan baik yang kita jumpai selama bulan Ramadhan, kebiasaan-kebiasaan baik umat muslim di seluruh dunia menjadi sebuah energi positif tersendiri yang memenuhi ruh semesta raya ini.

Tapi, tidak selesai di sini, selain mengamati kejadian-kejadian penting ini selama bulan Ramadhan, fenomena sosial dari sisi lainnya juga hal baik yang bisa kita lihat.

Mengamati perilaku orang-orang menjelang hari raya Idul fitri adalah suatu fenomena unik tersendiri. Bukan main, terbentuk suatu kesadaran kita sejak dulu hingga hari ini, konsumerisme.

Apa itu konsumerisme, seperti yang kita tahu selama ini gaya hidup yang gemar membeli barang dan jasa dalam jumlah besar, tanpa terkendali, dan berlebihan. Sedang menurut Jean Baudrillard konsumerisme adalah “budaya konsumsi modern yang menciptakan hasrat untuk mengkonsumsi sesuatu secara terus menerus.”

Ini juga dikuatkan secara empiris tatkala menjelang hari lebaran kita akan menjumpai pasar-pasar, mall dan pusat perbelanjaan sesak dan padat oleh para pengunjung yang berperilaku sebagai konsumen. 

Penting kita tahu bahwa efek buruk dari konsumerisme adalah membeli barang secara berlebihan. Namun, terkadang secara empiris konsumerisme membentuk gaya hidup orang-orang secara glamour, mentereng dan kaya.

Sehingga, bagi kalangan tertentu atau menengah ke bawah yang terpengaruh akan memaksakan dirinya dalam pemenuhan keinginan untuk mengikuti gaya hidup, standar dan penilaian orang lain. Alhasil jika tidak bisa terpenuhi, efek paling langsungnya yang akan dirasakan adalah merasa stres dan gangguan mental lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved