Korupsi Pertamina
Dirut Pertamina Sebar Nomor Pribadi 081417081945
Simon Aloysius Mantiri membagikan nomor handphone pribadinya agar masyarakat bisa melaporkan jika menemukan kejanggalan pada bahan bakar minyak (BBM)
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri membagikan nomor handphone pribadinya agar masyarakat bisa melaporkan jika menemukan kejanggalan pada bahan bakar minyak (BBM).
Simon melakukan hal itu setelah sejumlah pejabat Pertamina terjerat kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Simon mengatakan selain layanan resmi melalui call center 135, pihaknya kini menyediakan nomor pribadi yang dapat diakses masyarakat.
"Selain kami punya call center 135, saya juga memberikan nomor khusus saya, yaitu nomor 081417081945," kata Simon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3).
Saat ini masyarakat bisa melapor ke nomor tersebut melalui SMS. Simon sedang menyiapkan agar nomor itu bisa dihubungi masyarakat melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
"Saat ini bisa menerima SMS, nanti akan segera didaftarkan untuk menggunakan aplikasi WhatsApp," ujarnya menambahkan.
Simon berkata Pertamina akan membenahi diri setelah ada kasus dugaan korupsi ini. Simon menyebut masukan masyarakat akan digunakan Pertamina dalam proses perbaikan tersebut.
"Jika masyarakat menemukan kejanggalan atau situasi yang tidak sesuai, baik dalam kualitas BBM atau menemukan praktik yang kurang sesuai di lapangan, bisa langsung menghubungi nomor tersebut untuk dapat kami tidak lanjuti pada kesempatan yang pertama," ujar Simon.
Sebelumnya enam orang pejabat Pertamina ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Salah satunya adalah PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan. Mereka ditahan Kejaksaan Agung.
Kejagung mengungkap ada beberapa dugaan permainan kotor dalam proses impor BBM tahun 2018-2023.
Sejumlah pejabat Pertamina diduga melakukan pengkondisian dalam Rapat Optimasi Hilir (OH) untuk menurunkan readiness/produksi kilang sehingga produksi minyak bumi dalam negeri tidak terserap sepenuhnya. Dengan demikian, pemenuhan BBM bisa dilakukan dengan impor.
Ada juga indikasi pemufakatan jahat mengatur proses pengadaan impor minyak mentah dan produk kilang.
Pemenang tender telah dikondisikan, tetapi dibuat seolah-olah sesuai dengan ketentuan. Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan diduga mengotak-atik spesifikasi minyak impor.
Dia diduga membeli RON 90 (Pertalite) dengan harga RON 92 (Pertamax).
Atas kasus yang menghebohkan seantero negeri itu Simon pun meminta maaf kepada masyarakat.
Ia mengatakan kasus ini adalah ujian besar bagi Pertamina.
Ia pun berjanji Pertamina akan terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia.
"Saya, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini," kata Simon.
Ia mengatakan Pertamina sudah berdiri 67 tahun. Mereka selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik di bidang energi untuk masyarakat Indonesia.
Meski begitu, dia juga mengakui ada beberapa hal yang dilakukan Pertamina telah melukai hati rakyat. Oleh karena itu, dia berjanji terus membenahi Pertamina agar sesuai dengan keinginan rakyat.
"Ini tentunya adalah peristiwa yang memukul kita semua, menyedihkan juga bagi kami dan tentunya kami ini adalah salah satu ujian besar yang dihadapi oleh Pertamina," ujarnya.
Simon menyampaikan masih banyak pegawai Pertamina yang baik. Dia menyebut pegawai-pegawai itu berjiwa Merah Putih. "Kami bersama insan-insan di Pertamina akan terus berkomitmen untuk membenahi diri kami. Kami telah membentuk Tim Crisis Center untuk mengevaluasi keseluruhan proses bisnis, terutama dari aspek operasional," ucapnya.
Simon juga mengapresiasi langkah hukum yang diambil Kejaksaan Agung dalam mengusut dugaan korupsi terkait impor minyak mentah dan produk kilang pada periode 2018–2023.
Dia menegaskan bahwa Pertamina mendukung penuh proses hukum yang berjalan. Simon pun berkomitmen untuk mengedepankan prinsip good corporate governance dalam mengelola Pertamina.
"Tentunya ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Kami juga meyakini dan sangat menyadari bahwa kejadian yang kemarin Sangat membuat resah di masyarakat," tegasnya.(tribun network/frs/dod)
| Tersangka Korupsi Pertamina Yenni Andayani Tahu Hukum Tapi Terlibat Rugikan Negara US 113,84 juta |
|
|---|
| Soal Dugaan Kasus Korupsi Pertamina, Jokowi: Kalau Ada Sudah Digebuk |
|
|---|
| Kejagung Sita 10 Kontainer Dokumen, Dirut PT Kilang Pertamina Internasional Diperiksa |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Pertamina, Sudirman Said: Modus Lama, Pemain Baru |
|
|---|
| Lulusan S2 Teknologi Gas Alam di Eropa, Maya Bos Pertamina Dalang Pertalite Dioplos Jadi Pertamax |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dirut-pertamina-sebar-nomor-telpon.jpg)