Syiar Ramadhan 2025
Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Bersih
Kata menyambut saya memberikan istilah bahwa bulan suci Ramadan seperti tamu Allah tamu yang agung.
Oleh:
Ustaz Kamaruddin Mustamin
Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Bagaimana menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih, ada dua variabel yang perlu kita cermati.
Pertama kata menyambut saya memberikan istilah bahwa bulan suci Ramadan seperti tamu Allah tamu yang agung.
Coba bayangkan jika presiden mau berkunjung di suatu daerah, gubernur, menteri, walikota, bupati dan lainnya.
Banyak persiapan untuk menyambutnya.
Nah Ramadan ini kita harus sambut dengan penuh gembira.
Ada tiga hal yang perlu kita bersihkan.
Yang pertama tazkiyatun niah.
Niat kita untuk menyambut Ramadan ini harus dengan hati yang tulus sebagaimana disabdakan Nabi 'Innamal a'malu binniyat' karena ada orang menyambut Ramadan karena terpaksa.
Dia tidak ikhlas dia tidak tulus karena pandangannya tentang makan saja, tidak makan pagi, tidak makan sore, tidak makan siang dan seterusnya.
Yang harus diubah itu adalah Tazkiyah dunia.
Jadi kita ini memasuki bulan suci Ramadan niat kita harus dibersihkan.
Saya baru saja perjalanan dari Gorontalo, Palu, Sulbar, Makassar dan disepanjang jalan itu saya menyaksikan lampu hias.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ustaz-Kamaruddin-Mustamin-1.jpg)